REPRESENTASI NILAI-NILAI KEKERASAN dalam SINETRON “ANAK JALANAN”

  • Novia Marly

Abstract

Nilai-nilai kekerasan yang digambarkan melalui perilaku kekerasan pada sinetron “anak Jalanan” dan mengetahui apa pesan yang ingin disampaikan dalam sinetron Anak Jalanan”. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif yang memefokuskan pada analisis simiotika yang dikembangkan oleh Ronald Barthes. Analisi dilakukan melalui tiga tahap yaitu level denotasi, level konotasi, dan mitos, kemudian dikembangkan menjadi pengelompokkan nilai-nilai kekerasan. Hasil dari penelitian terhadap sinetron “Anak
Jalanan” produksi Sinemart ini, terdapat banyak adengan yang mengarah pada reperesentasi nilai-nilai kekerasan, dimana hampir keseluruhan nilai-nilai kekerasan ada. Jenis kekerasan pertama kali dikelompokan menjadi kekerasan verbal dan non verbal yang selanjutnya dikelompokkan dalam berbagai bentuk kekerasan. Kekerasan fisik terlihat pada gambar 2.11, 2.12, 2.13, 2.14, 2.17, dan 2.18. Kekerasan psikologi ditunjukkan pada gambar 2.3, 2.6, 2.7, 2.8, dan 2.9. Kekerasan seksual ditunjukkan pada gambar 2.19. Kekerasan vinansial diperlihatkan pada gambar 2.14 dan 2.17. Kekerasan fungsional diperlihatkan pada adegan gambar 2.2, 2.5, 2.15 dan 2.16. Kekerasan rasional ditunjukkan pada gambar 2.10. Berdasarkan hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa sinetron “Anak Jalanan” memiliki nilai-nilai kekerasan yang digambarkan melalui tindakkan kekerasan dan pesan yang ingin disampaikan adalah jadilah anak muda yang baik, yang beretika dan berintelektual.

Published
2018-05-07
How to Cite
MARLY, Novia. REPRESENTASI NILAI-NILAI KEKERASAN dalam SINETRON “ANAK JALANAN”. JURNAL KOMUNITAS, [S.l.], v. 5, n. 2, may 2018. Available at: <http://jurnal.usahidsolo.ac.id/index.php/JKOM/article/view/212>. Date accessed: 26 mar. 2019.