Pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (Rebt) Dalam Mengatasi Kecemasan Menghadapi Dunia Kerja Pada Mahasiswa Tingkat Akhir

Authors

  • Dhian Riskiana Putri Universitas Sahid Surakarta, Indonesia
  • Puji Prihwanto Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia

Keywords:

Rational Emotif Behavior Therapy, Kecemasan, Dunia Kerja

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir biasanya sudah memikirkan kelanjutan kehidupannya setelah lulus perguruan tinggi. Mahasiswa yang memutuskan untuk masuk ke dunia kerja setelah lulus dihadapkan pada kemungkinan untuk memperoleh pekerjaan yang diinginkan. Persaingan dan kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan tersebut seringkali menjadi penyebab timbulnya kecemasan. Mahasiswa yang memiliki kepercayaan diri rendah cenderung mudah mengalami kecemasan dalam menghadapi dunia kerja. Oleh sebab itu, diperlukan upaya untuk mengatasi kecemasan tersebut sehingga mahasiswa dapat menghadapi dunia kerja dengan percaya diri. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh teknik pendekatan konseling rational emotive behavior therapy (REBT) dalam menangani kasus kecemasan terhadap dunia kerja pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Subyek pada penelitian adalah NK, seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Surakarta. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa NK mengalami kecemasan jika setelah lulus kuliah tidak mampu bersaing mencari pekerjaan yang diinginkan. Setelah dilakukan konseling dengan teknik REBT, subyek menunjukkan berkurangnya tingkat kecemasan dan ada peningkatan rasa percaya diri. Dengan demikian, Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan rational emotive behavior therapy (REBT) memiliki pengaruh dalam mengatasi kecemasan menghadapi dunia kerja pada mahasiswa tingkat akhir.

References

[1] G. Irianto and A. Lestari, “Peningkatan Pengetahuan Care Giver Dalam Merawat Lansia Di Pslu Natar,” J. Kreat. Pengabdi. Kpd. Masy., 2021, doi:10.33024/jkpm.v4i3.3842.
[2] Anak Agung Putu Chintya Putri Suardana & Nicholas Simarmata. (2013).Hubungan Antara Motivasi Belajar dan Kecemasan pada Siswa Kelas Vi Sekolah Dasar di Denpasar Menjelang Ujian Nasional. Jurnal Psikologi Udayana, 1(1), 2013–2212.
[3] Andi Thahir & Dede Rizkiyani. (2016). Pengaruh Konseling Rational Emotif Behavioral Therapy (REBT) dalam Mengurangi Kecemasan Peserta Didik Kelas VIII SMP Gajah Mada Bandar Lampung. KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 3(2), 197–206.
[4] Asridayanti & Sri Aryanti Kristianingsih. (2019). Konsep Diri Dengan Kecemasan Pada Narapidana Pengguna Narkotika Dalam Menghadapi Masa Depan. Jurnal Psikologi Talenta, 5(1), 1–11.
[5] Asti Mariska, Ludvia Rara Gendis, Zulfah Firdayati Fauziah, Ina Cucu Sanita, & Sandrina Fitrizia. (2015). Modifying Introvert Personality With Rational Emotive Behavior Therapy. Jurnal Psikostudia Universitas Mulawarman, 4(2), 149–166.
[6] Bastomi, H., & Kudus, I. (2018). Konseling Rational Emotif Behaviour Theraphy (Rebt)-Islami (Sebuah Pendekatan Integrasi Keilmuan). 2(2), 21.
[7] Cerroy Verson Saragi & Endang Sri Indrawati. (2019). Hubungan Antara Dukungan Sosial Orangtua Dengan Kecemasan Menghadapi Masa Depan Pada Komunitas Pemusik Regular Remaja Di Kota Semarang. Jurnal Empati, 8(1), 130–135.
[8] Denia Martini Machdan & Nurul Hartini. (2012). Hubungan Antara Penerimaan Diri Dengan Kecemasan Menghadapi Dunia Kerja Pada Tunadaksa Di UPT Rehabilitasi Sosial CacatTubuh Pasuruan. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, 1(2), 79–85.
[9] Dian Kasih & Shanty Sudarji. (2012). Hubungan Self Efficacy Terhadap Kecemasan Berbicara Di Depan Umum Pada Mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Bunda Mulia. PSIBERNETIKA, 5(2), 46–58.
[10] Dinda Mutiarachmah & Anastasia Sri Maryatmi. (2019). Hubungan Antara Regulasi Diri Dan Psychological Well-Being Dengan Kecemasan Dalam Menghadapi Dunia Kerja Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Jurusan Kesejahteraan Sosial Uin Syarif Hidayatullah Jakarta. Jurnal IKRA-ITH Humaniora, 3(3), 163–177.
[11] Eva Siburian, Karyono, & Dian Veronika Sakti Kaloeti. (2010). Pengaruh Rational Emotive Behavioral Therapy (REBT) Dalam Menurunkan Kecemasan Menghadapi Masa Depan Pada Penyalahguna Napza Di Panti Rehabilitasi. Jurnal Psikologi Undip, 7(1), 40–49.
[12] Fakihatur Rahma & Titin Indah Pratiwi. (2014). Penerapan Konseling Rasional Emotif Perilaku untuk Mengurangi Perasaan Rendah diri siswa kelas XI Di SMK Maskumambang 2 Gresik. Jurnal BK UNESA, 4(3), 528–535.
[13] Fenesha Flourencia Effraim Mirah & Wahyu Indianti. (2018). Pengaruh Kecemasan Karir Terhadap Commitment To Career Choice Dengan Kelekatan Orang Tua Sebagai Moderator. Jurnal Psikologi Insight, 2(1), 74–89.
[14] Fitriani Rahayu. (2019). Rancangan Intervensi REBT dalam Meningkatkan Kedisiplinan Santriwati di Ponpes Miftahunnajah Yogyakarta. Islamic Counseling : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 3(2), 109–122.
[15] H.M.Sattu Alang. (2019). Proses Pelaksanaan Terapi Rasional Emotif. AlIrsyad Al-Nafs, Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam, 6(2), 15–26.
[16] Junierissa Marpaung. (2016). Counseling Approach Behavoir Rational Emotive Therapy In Reducing Stress. Jurnal KOPASTA, 3(1), 23–31.
[17] Lailatul Muarofah Hanim & Sa’adatul Ahlas. (2020). Orientasi Masa Depan dan Kecemasan Menghadapi Dunia Kerja pada Mahasiswa. Jurnal Penelitian Psikologi, 11(1), 42–48.
[18] Lukman Fahmi. (2019). Terapi Berkala Kombinasi Bimbingan Konseling Islam Dengan Rational Emotif Behavior Theraphy (Rebt) Pada Penanganan
Perilaku Agresif Anak Di Sd Al-Falah Assalam Tropodo Sidoarjo. Jurnal Al Isyraq, 2(2), 121–135.
[19] Mumahamad Hafizd Hari Prasetyo. (2018). Keefektifan Konseling Rasional Emotif Perilaku Untuk Meningkatkan Konsep Diri Siswa SMA. Jurnal Konseling Andi Matappa, 2(2), 120–128.
[20] Mutiara Mirah Yunita. (2016). Penerapan Rational Emotive Behavior Therapy (Rebt) Untuk Meningkatkan Psychological Well-Being Pada Penderita Epilepsi Grandmal. Jurnal Psikologi Psibernetika, 9(2), 136–145.
[21] Putu Agus Semara Putra Giri. (2020). Konseling Model Rasional Emotif
Dalam Menanggulangi Gangguan Emosional Siswa. Widyadari, 21(2), 665– 675.
[22] Rusma Apriliana. (2016). Hubungan antara Kecemasan Terhadap Karir Masa Depan dan Konsep Diri Akademik dengan Prokrastinasi Skripsi pada Mahasiswa. Proyeksi, 11(1), 24–35.
[23] Siti Sundari. (2005). Kesehatan Mental dalam Kehidupan. Jakarta: Rineka Cipta.
[24] Vivi Rianti & Ike Febriany Dharmawan. (2018). Efektifitas REBT Mengatasi Kecemasan Orang Tua Terhadap Masa Depan Anak Retardasi Mental. Jurnal RAP UNP, 9(2).
[25] Yeny Trianawati. (2017). Hubungan Antara Penerimaan Diri Dengan Kecemasan Dalam Menjalin Hubungan Lawan Jenis Pada Perempuan Dewasa Awal (Skripsi). Universitas 17 Agustus 1945, Surabaya.
[26] Yusfina. (2016). Pengaruh Penerimaan Diri Dan Kecerdasan Emosi Dengan Kecemasan Pada Pegawai Yang Akan Menghadapi Masa Pensiun. Psikoborneo, (2), 233–239.

Downloads

Published

2021-11-26

Citation Check