Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Infertilitas

Authors

  • Nani Sari Murni PSKM STIK Bina Husada Palembang, Indonesia

Keywords:

pengetahuan, infertilitas, masyarakat

Abstract

Latar belakang: Infertilitas masih menjadi masalah global karena hal ini terjadi pada 8-12% pasangan pada usia reproduksi. Infertilitas dapat disebabkan oleh faktor istri,suami, atau keduanya. Perlu dilakukan pendidikan kesehatan tentang hal ini agar tidak terjadi kesalahpahaman antara pasangan jika terjadi infertilitas. Infertilitas dapat berdampak fisik maupun psikologis pada pasangan tersebut.
Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang infertilitas.
Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat peningkatan pengetahuanmasyarakat tentang infertilitas ini dilakukan kepada 61 peserta yang merupakan masyarakat awam di Propinsi Sumatera Selatan. Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang infertilitas dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan berupa pemberian materi tentang definisi infertilitas, klasifikasi infertilitas, penyebab infertilitas, dan cara mengatasi infertilitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan selama 1 hari yaitu pada tanggal 17 April 2021 secara daring menggunakan platform zoom. Dilakukan pengukuran tingkat pengetahuan masyarakat sebelum dan setelah pemberian pendidikan kesehatan tersebut. Selanjutnya, hasil pengukuran tersebut dilakukan analisis univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon.
Hasil: Hasil analisis didapatkan nilai p 0,000 artinya terdapat perbedaan bermakna pengetahuan tentang infertilitas sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan setelah diberikan pendidikan kesehatan. Hal ini membuktikan bahwa dengan dilakukan pendidikan kesehatan maka terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat, khususnya tentang infertilitas.
Kesimpulan: Pendidikan kesehatan yang dilakukan kepada masyarakat merupakan tindakan tepat karena meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya tentang infertilitas. Kegiatan ini dapat diteruskan dan ditindaklanjuti untuk meningkatkan hasil yang lebih baik di masyarakat.

References

1. Yasin, Anas Lotfi; Yasin, Ahmad Lotfi; Basha WS. The Epidemiology of AntiSperm Antibodies Among Couples with Unexplained Infertility in North West
Bank , Palestine. J Clin diagnostic Res. 2016;10 (3):8–10.
2. Restrepo B. Antisperm antibodies and fertility association. Actas Urológicas Españolas (English Ed. 2013;37(9):571–8.
3. HIFERI, PERFITRI, IAUI P. Konsensus Penanganan Infertilitas. 2013.
4. Zegers-hochschild F, Adamson GD, Dyer S, Racowsky C, Mouzon J De, Sokol R,et al. The International Glossary on Infertility and Fertility Care , 2017. Fertil
Steril. 2017;108(3):393–406.
5. Ray A, Shah A, Gudi A, Homburg R. Unexplained infertility : an update and review of practice. Reprod Biomed Online. 2012;24(6):591–602.
6. Mumtaz Z, Shahid U, Levay A. Understanding the impact of gendered roles on the experiences of infertility amongst men and women in Punjab. Reprod Heal
J. 2013;1–10.
7. Yuan M, Du M, Wang M, Duan Z, Meng Y, Jin L, et al. Combination of CD4+CD25+CD127- regulatory T cells with MLC-BE and BE-Ab2 : an efficient evaluation of the therapy of paternal lymphocyte induced immunization in unexplained recurrent spontaneous abortion patients. 2015;8(4):4022–32.
8. Nurmala, Ira; Rahman, Fauzie; Nugroho, adi; Erlyani, Neka; Laily, Nur; Yulia Anhar V. Promosi Kesehatan. 2018. 51 p.
9. Utari W, Arneliwati, Novayelinda R. Pengetahuan Keluarga Tentang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). J Online Mhs Progr Stud Ilmu Keperawatan
Univ Riau [Internet]. 2014; 1–7. Available from:

Downloads

Published

2021-11-26

Citation Check