Pengembangan Ketrampilan Menulis Ilmiah Pada Siswa Sekolah Menengah Atas Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler

Authors

  • Nuri Ati Ningsih Universitas PGRI Madiun, Indonesia

Keywords:

Ketrampilan, Menulis, Ilmiah, Ekstrakurikuler

Abstract

Kemampuan menulis ilmiah siswa di tingkat sekolah menengah masih sangat rendah. Hal ini karena sebagian besar siswa di tingkat SMA/MA/SMK belum mampu berpikir secara kritis, kreatif dan inovatif. Untuk membangun kemampuan menulis, perlu dikondisikan suatu proses belajar yang mampu membuat siswa berpikir kritis sehingga muncul kepekaan dalam siswa. Kepekaan sosial siswa akan mampu membawa siswa berpikir kritis sehingga mampu menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi sekitarnya. Ini masalah besar dalam dunia pendidikan kita. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah; (1) membangkitkan rasa keingintahuan dan kepekaan siswa terhadap fenomena alam yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, (2) meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan inovatif, (3) meningkatkan kemampuan menulis ilmiah, dan (4) meningkatkan kemampuan komunikasi melalui presentasi ilmiah. Kegiatan ini dilaksanakan di MAN 2 Madiun dalam bentuk ekstra kurikuler. Kegiatan terbagi dalam beberapa bentuk kegiatan, yaitu (1) teori; (2) praktek; (3) diskusi dan konsultasi; dan (4) presentasi. Secara umum hasil kegiatan tersebut berjalan dengan lancar walau harus tetap dalam pengawasan dan pengawalan secara langsung oleh guru pembina. Hasil kegiatan sampai pada paruh waktu kegiatan atau satu semester adalah ada beberapa kegiatan yang sudah tercapai dan ada beberapa kegiatan yang belum terlaksana atau fifty-fifty. Kegiatan yang telah terlaksana(1) membentuk pola berpikir ilmiah siswa dengan rasa keingintahuan terhadap masalah sosial, ilmu pengetahuan dan teknologi, (2) kepekaan siswa terasah melalui kegiatan analisis lingkungan, dan (3) sudah belajar teori dan praktek menulis ilmiah. Sedangkan kegiatan yang belum terlaksana adalah; (1) menyelesaikan karya tulis sesuai dengan pedoman, (2) presentasi hasil karya tulis, dan (3) proses pengukuran hasil pelatihan.

References

[1] Alwasilah, dkk. (1996). Glossary of Educational Assessment Term. Jakarta: Ministry of Education and Culture.
[2] Azzahra, Rasya. (2020). Kepekaan Sosial Mahasiswa di Tengah Pandemi. http://rdk.fidkom.uinjkt.ac.id/index.php/2020/11/11/kepekaan-sosialmahasiswa-di-tengah-pandemi/. Diakses 29 November 2021.
[3] Berns, R. & Erickson, P. 2001. Contextual teaching and learning: Preparing students for the new economy. Washington: National Academy Press.
[4] Budiyanto, Dwi. Mengenal Karya Ilmiah. Dalam http:// staffnew .uny .ac.id/upload/132310007/pendidikan/mengenal-karya-ilmiah-pengantar-kuliah-pki.Pdf
[5] Calongesi, J.S. 1995. Merancang Tes untuk Menilai Prestasi Siswa. Bandung : ITB
[6] Dirjen Paud Dikdas dan Dikmen dalam http://ditpsd.kemdikbud.go.id/ hal /ekstrakurikuler diakses pada 29 November 2021
[7] Fagan. (2006). Psikologi Remaja. PT. Gramedia. Jakarta.
[8] Marzano, R.J. et al. (1994). Assessing Student Outcomes: Performance Assessment Using the Dimensions of Learning Model. Alexandria: Association for Supervison and Curriculum Development.
[9] Meriyanti. (2015). Memahami Karakteristik Anak Didik. Fakta Press lAIN Raden
lntan Lampung.
[10] Rohman, Syaiful. R. (2019). Menumbuhkan Lagi KIR di Sekolah.
https://www.kompasiana.com/hsrohman/5d27cbbe097f362371728d48/menumbuhke
mbangkan-lagi-kir-di-sekolah. Diakses 29 November 2021.
[11] Sikula Andrew E. (2011). Manajemen Sumber Daya Manusia (3rd ed). Bandung:
Erlangga.
[12] Sobur Kadir. (2015). Logika dan Penalaran dalam Perspektif Ilmu
PengetahuanTAJDID Vol. XIV, No. 2, Juli-Desember 2015
[13] Suhartono, Suparlan (2005). Sejarah Pemikiran Filsafat Modern .Yogyakarta: Ar
Ruzz Media, 2005, 1.
[14] Tompkins, Gail E. dan Kenneth Hoskisson. 1995. Language Arts Content and
Teaching Strategies. New Jersey: Englewood Cliffs.
[15] Trianto. (2007). Model pembelajaran inovatif berorientasi konstruktivistik.
Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher.
[16] Utomo, Pramudi. Pedoman Umum Penilaian Karya Tulis Ilmiah, dalam http://staffnew.uny.ac.id/upload/131576241/pengabdian/pedoman-kti-mapres .pdf
[17] Wiggins, G. (1984). “A True Test: Toward More Authentic and Equitable Assessment” Phi Delta Kappan 70, (9) 703 – 713.
[18] Witono, Hari, (2007), Harapan Orang Tua, Harapan Guru, Harga Diri, Selfefficacy dan Motivasi Belajar dengan Prestasi Akademik pada Siswa-siswa SMA
Negeri di Lombok, NTB, Disertasi, tidak diterbitkan: Malang: PPS UM.
[19] Zuchdi, dkk, (2009), Pendidikan Karakter. Jogjakarta, UNY Press.

Downloads

Published

2021-11-26

Citation Check