Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Diperkaya Biopestisida di Desa Depok Bawang Banjarnegara

Authors

  • Eko Apriliyanto Program Studi Agrindustri, Politeknik Banjarnegara, Indonesia

Keywords:

biopestisida, organik, pupuk, tular tanah

Abstract

Salah satu permasalahan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang ada di desa Depok yaitu adanya serangan hama dan penyakit tular tanah di lahan pertanian. Upaya pengendalian menggunakan pestisida kimia sintetik saat ini belum efektif. Perlu upaya ramah lingkungan untuk penanganan permasalahan ini. Salah satu cara pengendalian OPT ramah lingkungan dapat dengan biopestisida. Tujuan kegiatan ini yaitu peserta mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan pupuk organik yang diperkaya biopestisida. Metode pelatihan pada kegiatan ini yaitu ceramah, diskusi, dan praktik pembuatan pupuk yang diperkaya biopestisida. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji korelasi berdasarkan hasil test peserta. Hasil kegiatan yaitu peserta telah memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan pupuk organik diperkaya biopestisida berbahan aktif Beauveria bassiana dan Trichoderma sp. Hubungan korelasi antara tingkat pendidikan dengan umur yaitu -0,6094 menunjukkan variabel tersebut saling berbanding terbalik. Hubungan korelasi tingkat pendidikan dengan hasil nilai test yaitu 0,0393 menunjukkan kategori sangat rendah. Hubungan korelasi umur dengan hasil nilai test yaitu -0,0811 menunjukkan saling berbanding terbalik. Hubungan korelasi tingkat pendidikan dan umur dengan hasil nilai test yaitu 0,0004 juga menunjukkan kategori sangat rendah.

References

[1] BPS Kab. Banjarnegara, Kecamatan Mandiraja dalam Angka. Banjarnegara: BPS Kab. Banjarnegara, 2020.
[2] M. S. Y. I. Bayu and Y. Prayogo, “Field efficacy of entomopathogenic fungi Beauveria bassiana (Balsamo.) for the management of mungbean insect pests,”
IOP Conf. Ser. Earth Environ. Sci., vol. 102, p. 012032, Jan. 2018, doi: 10.1088/1755-1315/102/1/012032.
[3] J. M. Culebro-Ricaldi et al., “Antifungal properties of Beauveria bassiana strains against Fusarium oxysporum f. sp. lycopersici race 3 in tomato crop,” J. Environ.
Biol., vol. 38, no. 5, pp. 821–827, Sep. 2017, doi: 10.22438/jeb/38/5/MRN-412.
[4] S. Tall and N. V Meyling, “Probiotics for Plants? Growth Promotion by the Entomopathogenic Fungus Beauveria bassiana Depends on Nutrient
Availability.,” Microb. Ecol., vol. 76, no. 4, pp. 1002–1008, Nov. 2018, doi:10.1007/s00248-018-1180-6.
[5] Hapsoh, I. R. Dini, and I. Ulfah, “Application of biofertilizer and Local Beauveria bassiana Vuillemin on Growth, Production and Resistant of Red Chili Plants
(Capsicum annuum L.),” J. Phys. Conf. Ser., vol. 2049, no. 1, p. 012040, Oct. 2021, doi: 10.1088/1742-6596/2049/1/012040.
[6] S. Saleh, A. Anshary, U. Made, M. Mahfudz, and M. Basir-Cyio, “Application of Mycorrhizae and Beauveria in Organic Farming System Effectively Control
Leafminers and Enhance Shallot Production,” AGRIVITA J. Agric. Sci., vol. 43,no. 1, Feb. 2021, doi: 10.17503/agrivita.v1i1.2831.
[7] S. Kurniawati, P. N. Susilawati, Y. Astuti, E. Y. Susanti, and Y. S. Hidayat,“Entomopathogen Beauveria bassiana as an environmentally friendly alternative for control of brown planthopper (Nilaparvata lugens) and rice black bug (Scotinophara coarctata),” IOP Conf. Ser. Earth Environ. Sci., vol. 807, no. 2, p. 022100, Jul. 2021, doi: 10.1088/1755-1315/807/2/022100.
[8] H. El-Ramady, A. El-Ghamry, A. Mosa, and T. Alshaal, “Nanofertilizers vs. Biofertilizers: New Insights,” Environ. Biodivers. Soil Secur., vol. 2, no. 1, pp. 40–50, Feb. 2018, doi: 10.21608/jenvbs.2018.3880.1029.

Downloads

Published

2021-11-26

Citation Check