Perencanaan Strategi Penjualan dengan Metode Analisis SWOT (Penerapan pada Usaha Sablon DSP Sukoharjo)

Authors

  • Ainur Komariah Program Studi Teknik Industri, Univet Bantara Sukoharjo, Indonesia
  • Prasetyo Aji Nugroho Program Studi Teknik Industri, Univet Bantara Sukoharjo, Indonesia
  • Rahmatul Ahya Program Studi Teknik Industri, Univet Bantara Sukoharjo, Indonesia

Keywords:

Strategi pemasaran, Analisis SWOT, Usaha Sablon

Abstract

Usaha Sablon DSP merupakan salah satu industri yang bergerak pada bidang pembuatan dan jasa sablon kaos. Usaha ini berlokasi di desa Jagan KecamatanBendosari Kabupaten sukoharjo. Pembuatan sablon kaos ini merupakan usaha yang didirikan pada tahun 2019. Pemasaran atau penjualam produk DSP di masa pandemi mengalami penurunan. Hal tersebut menuntut pihak DSP untuk merencanakan strategi-strategi penjualan yang lebih baik lagi. Penelitian ini dilakukan untuk merumuskan atau menentukan strategi pemasaran yang sesuai dengan kondisi sablon DSP. Analisis faktor lingkungan internal dan eksternal digunakan untuk acuan utama untuk melakukan perbaikan strategi penjualan. Pendekatan yang digunakan dalam penelittian ini adalah metode analisis SWOT. Di dalam analisis SWOT terdapat matrik yaitu matrik IFAS dan EFAS yang di gunakan untuk mencari bobot, rating, dan total skor. Diagram SWOT digunakan untuk mengetahui posisi Usaha Sablon DSP berada di kuadran berapa dan matrik SWOT digunakan untuk menyusun berbagai strategi yang cocok sesuai posisis Usaha Sablon DSP. Penelitian ini menghasilkan identifikasi faktor internal dan eksternal perusahaan yang dimiliki oleh Usaha Sablon DSP. Hasil analisis faktor internal dan eksternal digunakan untuk membuat matriks IFAS dan EFAS dengan masing-masing total skor faktor internal adalah 3.53 yang terdiri dari faktor kekuatan 2.23 dan kelemahan 1.30 dengan selisih skor faktor kekuatan dan kelemahan adalah 0.93. Sedangkan untuk faktor eksternal total skor adalah 3.40 yang terdiri dari faktor peluang 1.96 dan ancaman 1.44 dengan selisih skor faktor peluang dan ancaman adalah 0.52. Selisih skor dari kedua faktor digunakan untuk menentukan posisi Usaha Sablon DSP berada pada posisi pada kuadran I/SO dimana posisi ini dapat menerapkan strategi agresif dan mendukung semua straegi perusahaan.

References

[1] HM, Rahmayati 2015, SWOT analysis in deterning the marketing of frozen shrimp:jurnal tropika galung,Vol.4,No.3,hh 60-67.
[2] Affandy,Rizky,Moh 2017, Perencananan strategi pemasaran perhiasan imitasidengan metode analisis SWOT dan Analytichal Hierarchy Proces; jurnal Matrixs,Vol. XVIII, No. 1,hh 61-70.
[3] Istiqomah & andriyanto,irsyah 2017, Analisis Swot dalam pengembangan bisnis(studi pada sentra jernang di desa wisata kaliputu Kudus); Jurnal Bisnis, Vol. 5 ,No. 2 ,hh 363-382
[4] Munif, Bahrul. 2018” Perencanaan Strategi Pemasaran Kaos Guna Meningkatkan Volume Penjualan Produk Di CV.Sukses Makmur Jaya”.Skripsi.,Fakultas Teknologi Industri,Universitas Teknologi Nasional Malang,Malang.
[5] Pasaribu, Hidayati F,.2018 “Penerapan Analisis SWOT Dalam Strategi Pemasaran Pada PT. ARMA ANUGRAH ABADI”. Skripsi, Fakultas Ekonomi Islam, universitas Islam Negeri Sumatra Utara, Medan.
[6] Hanindha, Giskha L. 2018 “Analisis Desain Pada Produk Alat Sablon Portable Dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment”. Skripsi Fakultas Teknik Industri, Universitas Islam Indonesia,Yogyakarta.

Downloads

Published

2021-11-26

Citation Check