Pengembangan Ekowisata di Indonesia

Authors

  • Muhammad Rahmi Mu’tashim Universitas Trunojoyo Madura, Indonesia
  • Kurniyati Indahsari Universitas Trunojoyo Madura, Indonesia

Keywords:

Ekowisata, pembangunan pariwisata

Abstract

Kerusakan ekosistem yang disebabkan oleh aktifitas manusia, tidak terkecuali di bidang pariwisata, telah memunculkan paradigma pariwisata yang ramah lingkungan yang dikenal dengan ekowisata. Namun dalam proses pengembangannya seringkali menghadapi masalah berupa hambatan dan tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hambatan dan tantangan dalam pengembangan ekowisata di Indonesia disertai saran strategi pengembangannya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan studi literatur. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa hambatan yang dihadapi dalam pengembangan ekowisata adalah kurang kompetennya sumber daya manusia dalam pengelolaannya, kurangnya pelibatan dan tanggung jawab masyarakat terhadap kegiatan konservasi, masih kurangnya fasilitas sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan konservasi, dan aksesibilitas yang kurang memadai. Adapun tantangan yang dihadapi adalah keamanan destinai ekowisata di Indonesia yang relatif rendah. Karenanya, model alternatif dalam pengembangan ekowisata yang ditawarkan adalah pelakasanaan pembinaan dan pelatihan terhadap pengelola ekowisata, mengoptimalkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekowisata, pengadaan fasilitas sarana dan prasarana yang sesuai dengan konsep ekowisata, meningkatkan aksesibilitas ekowisata, dan meningkatkan keamanan di sekitar destinasi ekowisata.

References

[1] (2019). Retrieved from The International ecotourism Society: https://ecotourism.org/what-is-ecotourism/
[2] Adawiyah, W. R., Praptapa, A., & Mafudi. (2017). Strategi Pengembangan Desa Wisata Berbasis Masyarakat (Community Based Rural Tourism) di Dea Papringan. Jurnal Prosiding Seminar Nasional dan Call for Papers, 1072-1083.
[3] Alfira, R. (2014). Identifikasi Potensi dan Strategi Pengembangan Ekowisata Mangrove Pada Kawasan Suaka Margasatwa Mmapie di Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar.
[4] Asmin, F. (2018). Ekowisata dan Pembangunan Berkelanjutan (Dimulai dari Konsep Sederhana). Padang.
[5] Bricker, K. (2013). The International Ecotourism Society. Travel and Tourism Research Asssociantion, 1-10.
[6] Buckley, R. (2009). Ecotourism: Principles and Practices. United Kingdom: Cambridge University Press.
[7] Damayanti, A., & Handayani, T. (2003). Peluang dan Kendala Pengelolaan Ekowisata Pesisir Muaragembong Kabupaten Bekasi.
[8] Efendi, N. (2020). Developing Of Beach-Based Ecotourism Area In The SubDistrict Of Kelumbayan, Tanggamus Regency. Pemikiran dan Penelitian
Administrasi Bisnis dan Keirausahaan, 227-239.
[9] Fandeli, C. (2002). Perencanaan Kepariwisataan Alam. Yogyakarta: Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada.
[10] Hardani, & et, a. (2020). Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. Yogyakarta: CV. Pustaka Ilmu Group Yogyakarta.
[11] Hidayat, S. (2016). Strategi Pengembangan Ekowisata di Desa Kinarum Kabupaten Tabalong. Hutan Tropis, 282-292.
[12] Husamah, & Hudha, A. M. (2018). Evaluasi Implementasi Prinsip Ekowisata Berbasis Masyarakat Dalam Pengelolaan Clungup Mangrove Conservation
Sumbermanjing Wetan, Malang. Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 86-95.
[13] Jaffe, E., & Paternak, H. (2004). Developing wine trails as a tourist attraction in Israel. International Journal of Tourism Research, 237-249.
[14] Karsudi, Soekmadi, R., & Kartodihardjo, H. (2010). Strategi Pengembangan Ekowisata di Kabupaten Kepulauan Yapen Provinsi Papua. Media Konservasi,
80-87.
[15] Khamim, M. (2019). Kajian Potensi dan Strategi Pengembangan Ekowisata di Dusun Selokurung Kabupaten Malang. Abdimas, 54-60.
[16] Kurniasari, E. (2010). Strategi Pengembangan Ekowisata Melalui Peningkatan Partisipasi Masyarakat: Studi Kasus Komunitas Kelurahan Kalimulya Kota Depok.
[17] Kurniasari, E., Rustiadi, E., & Tonny, F. (2013). Strategi Pengembangan Ekowisata Melalui Peningkatan Partisipasi Masyarakat: Studi Kasus Komunitas Kelurahan Kalimulya Kota Depok. Manajemen Pembangunan Daerah, 32-47.
[18] Luviana, R. (2017). Penerapan Ekowisata Mangrove Berbasis Masyarakat di Desa Teluk Pambang Kecamatan Bantan. 1-15.
[19] Muliya, U., Mononimbar, W., & Lahamendu, V. (2016). Kajian Pengembangan Ekowisata Bahari Berbasis Pengelolaan DPL Desa Bahol di Likupang Barat.
75-84.
[20] Nurhanisah, Y., & Syaifullah, A. (2019). Konsep Pengembangan Pariisata Halal di Indonesia. Retrieved Oktober Jumat, 2021, from Indonisiabaik.id:
https://indonesiabaik.id/motion_grafis/konsep-pengembangan-pariwisatahalal-di-indonesia
[21] Pangestuti, Z., & Pangestuti, E. (2017). Analisis Keamanan dan Kenyamanan Objek Wisata Penanjakan 1 Bromo. Jurnal Adminisstrasi Bisnis, 63-67.
[22] Rasjid, Tjoneng, A., & Hasan, I. (2018). Kajian Pengelolaan Ekowisata Pada Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung Provinsi Sulawesi Selatan (Studi
Kasus Site Pattunuang Asue). Agrotek, 15-28.
[23] Rolina, M., Yoza, D., & Qomar, N. (2020). Strategi Pengembangan Ekowisata Air Terjun Aek Martua di Kabupaten Roakn Hulu, Provinsi Riau. Ilmu-Ilmu
Kehutanan, 20-27.
[24] Salakory, R. A. (2016). Pengembangan Ekowisata Berbasis Masyarakat diKepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 84-92.
[25] Sari, N. M., & Zainal Abidin, L. K. (2016). Strategi Pengembangan Ekowisata Lahan Basah Pesisir Pantai Batakan Di Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan.
[26] Spillane, J. J. (1993). Ekonomi Pariwisata: Sejarah dan Prospeknya. Yogyakarta:Kanisius.
[27] Supriadi, B. (2016). Pengembangan Ekowisata Pantai Sebagai Disersifikasi Mata Pencaharian. Pesona, 1-20.
[28] Sururi, A. (2017). Inovasi Model Pengembangan Kebijakan Ekonomi Kreatif Provinsi Banten. Jurnal Scientium Dewan Riset Daerah Banten, 95-115.
[29] Umam, K., Sudiyarto, & Winarno, S. T. (2015). Strategi Pengembangan Ekowisata Mangrove Wonorejo Surabaya. Agraris, 39-42.
[30] Wood, M. E. (2002). Ecotourism: Principles, Practices & Policies for Sustainability. Paris: UNEP.
[31] Yoeti, O. A. (2008). Ekonomi Pariwisata : Introduksi, Informasi, dan Implementasi. Jakarta: Kompas Media Nusantara.
[32] Zuchdi, D., & Afifah, W. (2019). Analisis Konten, Etnografi & Grounded Theory, dan Hermeneutika Dalam Penelitian. Jakarta: PT Bumi Aksara.
[23] Rolina, M., Yoza, D., & Qomar, N. (2020). Strategi Pengembangan Ekowisata Air Terjun Aek Martua di Kabupaten Roakn Hulu, Provinsi Riau. Ilmu-Ilmu Kehutanan, 20-27.
[24] Salakory, R. A. (2016). Pengembangan Ekowisata Berbasis Masyarakat di Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 84-92.
[25] Sari, N. M., & Zainal Abidin, L. K. (2016). Strategi Pengembangan Ekowisata Lahan Basah Pesisir Pantai Batakan Di Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan.
[26] Spillane, J. J. (1993). Ekonomi Pariwisata: Sejarah dan Prospeknya. Yogyakarta:Kanisius.
[27] Supriadi, B. (2016). Pengembangan Ekowisata Pantai Sebagai DisersifikasiMata Pencaharian. Pesona, 1-20.
[28] Sururi, A. (2017). Inovasi Model Pengembangan Kebijakan Ekonomi Kreatif Provinsi Banten. Jurnal Scientium Dewan Riset Daerah Banten, 95-115.
[29] Umam, K., Sudiyarto, & Winarno, S. T. (2015). Strategi Pengembangan Ekowisata Mangrove Wonorejo Surabaya. Agraris, 39-42.
[30] Wood, M. E. (2002). Ecotourism: Principles, Practices & Policies for Sustainability. Paris: UNEP.
[31] Yoeti, O. A. (2008). Ekonomi Pariwisata : Introduksi, Informasi, dan Implementasi. Jakarta: Kompas Media Nusantara.
[32] Zuchdi, D., & Afifah, W. (2019). Analisis Konten, Etnografi & Grounded Theory, dan Hermeneutika Dalam Penelitian. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Downloads

Published

2021-11-26

Citation Check