Pengaruh Pendapatan Asli Daerah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/ Kota di Provinsi Jambi

Authors

  • Asti Harkeni Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jambi, Indonesia
  • Vinni Aprilianti Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jambi, Indonesia

Keywords:

Pertumbuhan Ekonomi, PAD, Government Size, PCSE

Abstract

Peningkatan PAD pada suatu daerah harus berdampak pada pertumbuhan ekonomi suatu daerah, karena meskipun terjadi peningkatan dalam penerimaan PAD namun tidak berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi, bisa diindikasikan adanya eksploitasi PAD terhadap masyarakat secara berlebihan tanpa memperhatikan peningkatan produktifitas masyarakat itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh PAD terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis statisik regresi data panel dengan metode PCSE menggunakan aplikasi program STATA. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data PDRB, Ketimpangan wilayah, jumlah tenaga kerja, government size dan PAD pada 11 Kabupaten/ Kota yang ada di Provinsi Jambi sejak tahun 2013 sampai 2017. Hasil analisa menunjukkan bahwa PAD berkontribusi meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi.

References

[1] Alexiou, C. (2009) ‘Government Spending and Economic Growth: Econometric Evidence from the South Eastern Europe (SEE).’, Journal of
Economic and Social Research.
[2] Apriana, Dina. dan Suryanto, Rudi., 2010, "Analisis Hubungan Antara Belanja Modal, Pendapatan Asli Daerah, Kemandirian Daerah dan Pertumbuhan
Ekonomi Daerah (Studi pada Kabupaten dan Kota se Jawa-Bali)", Jurnal Akuntansi dan lnvestasi,Vo\. XI No. 1, Januari
[3] Bahmani-Oskooee. Mohsen, Hegerty. Scott W, W. H. (2008) ‘Short Run and Long Run Determinants of Income Inequality: Evidence from 16 Countries.
Journal of of Post Keynesian Economics’, Journal of of Post Keynesian Economics,Vol. 30.
[4] Beck, N. and Katz., J. N. (1995) ‘What to Do (and Not to Do) with Time Series Cross Section Data.’, American Political Science Review.
[5] BPS (2018) Statistik Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jambi 2018. BPS.
[6] BPS (2019) Berita Resmi Statistik. 026/5/15/T. Jakarta.
[7] BPS (2021) Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas).
[8] Chatterjee, Santanu, and S. J. T. (2012) ‘Infrastructure and Inequality’,European Economic Review. doi:https://doi.org/10.1016/j.euroecorev.2012.08.003.
[9] Halim, A. and Kusufi., S. (2012) Akuntansi Sektor Publik : teori, konsep dan aplikasi. Jakarta: Salemba Empat.
[10] Katadata (2018) ‘Inilah Pendapatan Asli Daerah_PAD 34 Pemprov 2018 _ Databoks’, katadata.co.id. Jakarta. Available at: https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/08/27/inilahpendapatan-asli-daerahpad-34-pemprov-2018.
[11] Kuncoro, M. (2004) Otonomi dan Pembangu_nan Daerah : Reformasi, Perencanaan, Strategi, dan Peluang. Jakarta: Erlangga.
[12] Mardiasmo (2002) Otonomi dan Manajemen Keuangan Daerah: Paradigma Baru Pengelolaan Keuangan Sektor Publik. Yogyakarta: Andi Offset.
[13] Nurhuda, Rama., Muluk, Khairul., & Prasetyo, Wima Yudo.(2012). Analisis Ketimpangan Pembangunan (Studi di Provinsi Jawa Timur 2005-2011). Jurnal
Administrasi Publik, Vol. 1 No. 4.Parsiyo and Madya, W. I. (2013) Indikatorr Keberhasilan Pembangunan. Bogor: PPMKP Bogor.
[14] Sukirno, S. (2004) Pengantar Teori Makro Ekonomi, Edisi Kedua. Jakarta:Erlangga.
[15] Wibowo, K. (2003) Pembangunan Dan Pertumbuhan Ekonomi: Kerangka Teoritis Dan Aplikasinya. Modul 1.
[16] Williamson, J. G. (1965) ‘Regional Inequality and the Process of National Development: A Description of the Patterns’, Economic Development and Cultural Change,. doi: https://doi.org/10.1086/450136.
[17] Winarno, W. W. (2015) Analisa Ekonometrikadan Statistika dengan Eviews. empat. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.

Downloads

Published

2021-11-26

Citation Check