TIKTOK, Model Bisnis Baru yang Begitu Menggemaskan

Authors

  • Diana Novita Universitas Esa Unggul, Indonesia
  • Khasanah . Universitas Siber Asia, Indonesia
  • Nastiti . Universitas Persada Indonesia Y.A.I, Indonesia
  • Jayanti Apri Emarawati Universitas Persada Indonesia Y.A.I, Indonesia
  • Maryati Rahayu Universitas Persada Indonesia Y.A.I, Indonesia
  • Bida Sari Universitas Persada Indonesia Y.A.I, Indonesia

Keywords:

Tiktok, e-commerce, model bisnis baru, industri kreatif, pembuat konten, usaha kecil

Abstract

Sebagai model bisnis baru, Tiktok tidak hanya mengusung konten video musik tapi juga bisa mengusung konten video iklan. Ya, Tiktok kini menjadi platform ecommerce terbaru yang sangat digandrungi oleh kaum milenial. Banyak konten menarik dan lucu yang dapat menghibur Anda. Tiktok juga memberikan kebebasan dengan aturan tertentu dalam mengakomodir kaum milenial dalam membuat konten video. Dengan alasan di atas, membuat kami mengangkat tema penulisan ini agar masyarakat Indonesia lebih mengenal platform e-commerce yang sedang viral di tanah air kita saat ini. Adapun tujuan dari penulisan ini adalah untuk memberikan perspektif baru kepada masyarakat tentang makna nilai tambah dalam memperkenalkan konsep baru periklanan. Dan juga ingin masyarakat memahami cara kerja algoritma Tiktok agar banyak orang yang menonton konten video yang dibuat,sehingga dapat mendongkrak penjualan produk yang dipromosikan melalui video Tiktok tersebut. Metode penelitian yang kami gunakan dalam penulisan ini adalah deskriptif analisis. Melalui metode tersebut, kami menyebarkan kuesioner menggunakan media Google Form untuk terhubung dengan pengguna TikTok di Indonesia. dan berdasarkan hasil analisis kuisioner, kami menemukan bahwa masih banyak pengguna tiktok yang belum mengetahui cara menggunakan tiktok sebagai platform e-commerce. mereka hanya tahu bahwa tiktok hanya digunakan untuk tujuan pengunggahan video kreatif.

References

[1] “A Closer Look at Mcdonald’s Tiktok Campaign #Bigmactiktok”. 2019.Blog.Silvermouse.Com.My.https://blog.silvermouse.com.my/2018/10/a-closerlook-at-mcdonalds-bigmac-tiktok-campaign.html.
[2] Christian, M., & Hidayat, F. (2020). Dampak Coronavirus terhadap Ekonomi Global.In Perkembangan Ekonomi Keuangan dan Kerja sama Internasional.
[3] Handayani, S., & Martini, I. (2014). Model Pemasaran di Era New Wave Marketing. Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Akuntansi.
[4] Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Mangement. In Pearson Edition Limited.
[5] Kreutzer, R. T. (2019). Change Management Tools. https://doi.org/10.1007/978-3-030-13823-3_11
[6] Liu, F. T. (2018). 96. Technopreneurship. In Thirty Years Hundred Stories.https://doi.org/10.1355/9789814695350-101
[7] Rudi Yacub1, W. M. (2020). ANALISIS PENGARUH PEMASARAN DIGITAL (DIGITAL MARKETING) TERHADAP BRAND AWARENESS PADA ECOMMERCE. Manajerial.
[8] Setiawati, I., & Mashuri, A. A. (1993). Peran Media Sosial Sebagai Upaya Pemasaran Bisnis Online (Studi Deskriptif Kualitatif). Japanese Journal of Radiological Technology.
[9] van Driel, L., & Dumitrica, D. (2020). Selling brands while staying “Authentic”: The professionalization of Instagram influencers. Convergence.
https://doi.org/10.1177/1354856520902136
[10] Zanuar Rifai, & Meiliana, D. (2020). Pendampingan Dan Penerapan Strategi Digital Marketing Bagi Umkm Terdampak Pandemi Covid-19. BERNAS: Jurnal Pengabdian
Kepada Masyarakat. https://doi.org/10.31949/jb.v1i4.540

Downloads

Published

2021-11-26

Citation Check