Efektivitas Video Mapping sebagai “Ambience Builder” pada Videoart Soneta Mekanika

Authors

  • Ahmad Khoirul Anwar Universitas Sahid Surakarta, Indonesia
  • Sri Huning Anwariningsih Universitas Sahid Surakarta, Indonesia

Keywords:

Video Mapping, Ambience Builder, Videoart

Abstract

Videoart Soneta Mekanika adalah sebuah karya video seni berupa rangkaiangerakan mekani k dan suara asli dari masing-masing mesin baik pada mesin industri maupun teknologi tepat guna. Gerakan mekanik dan suara asli tersebut disusun sedemikain rupa sehingga membentuk sebuah komposisi, irama, estetika, gambar, maupun symbol-simbol yang indah dan dinamis. Namun, dibalik keindahan dan kedinamisan tersebut sebenarnya menyiratkan akan peranan mesin yang yang telah mendominasi setiap aspek kehiduan manusia. Sesuai dengan genre dari karya seni ini, konsep penyajiannya menggunaka instalasi multi kanal dengan menggunakan lima screen yang disusun membentuk segi lima atau pentagon. Bentuk pentagon ini sebagai tempat berinteraksi antara audience dengan videoart ini, sehingga audience benar-benar diajak terlibat untuk ikut merasakan atmosfer dari videoart ini. Untuk menambahkan estetika dalam penyajian karya, konsep lain yang digunakan adalah menggunakan teknik video mapping, dimana teknik ini merespon manekin yang kemudian di mapping dengan media-media 3D yang merupakan hasil dari computer generated. Videoart ini merupakan hasil olah cipta, rasa, dan karsa atas keresahan akan isu-isu industri yang semakin nyata dirasakan, yaitu tenaga manual digantikan dengan tenaga digital yang berarti tenaga manusia lambat laun digantikan tenaga mesin. Pada proses penelitian ini dilakukan dengan berbagai tahapan, diantaranya adalah analisa data, sumber data primer dan sumber data sekunder. Tahap selanjutnya adalah mengambil sebuah kesimpulan dari hasil data yang didapatkan.Setelah kesimpulan didapatkan selanjutnya adalah menentukan konsep yang didasarkan pada hasil kesimpulan data. Metodologi yang digunakan yaitu menggunakan pendekatan 5w+1H yang dijadikan sebagai dasar konsep pemecahan masalah, terdiri dari What (apa), Who (Siapa), When (Kapan), Where (Dimana), Why (kenapa), dan How (Bagaimana). Tujuan dari analisis 5W + 1H ini adalah untuk mendapatkan data valid tentang seberapa efektifkah video mapping sebagai ambience builder pada videoart Soneta Mekanika. Hasil dari penelitian ini diperoleh data bahwa teknik video maping yang digunakan untuk membangun suasana atau ambience builder mampu memberikan pengaruh emosional kepada audience secara maksimal. Hal ini berdasarkan dari olah data tentang tingkat ketertarikan, kepuasaan, dan emosional setelah melihat videoart ini. Luaran dari penelitian ini adalah Buku Ajar dan Jurnal tentang video mapping yang tentunya berguna untuk proses belajar mengajar, maupun referensi bagi siapa saja yang ingin berkarya menggunakan teknik video mapping.

References

[1] Bono, Edward de, (1996), Serious Creativity : Using Power of Lateral Thinking to Creates New Ideas, Harpen Collius Business, London
[2] Capra, Fritjof (20070, terjemahan M. Toyibi, Titik Balik Peradaban : Saint,Masyarakat, dan Kebangkitan Kebudayaan, Penerbit Jejak, Yogyakarta.
[3] Echols, John M., & Hassan Shadily. (1996), Kamus Inggris Indonesia, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
[4] Fromm, Erich (1999), terjemahan Kamdani, Revolusi Harapan : Menuju Masyarakat Teknologi yang Manusiawi, Penerbit Pustaka Pelajar, Yogyakarta.
[5] Hendro Pupito, DC, (1984) Pengertian Industri, Penerbit Yayasan Kanisius, BPK Gunung Mulia, Yogyakarta.
[6] Marscelli A. S. C., Joseph V., terjemahan H. Misbach Yasin B., Lima Jurus Sinematografi, IKJ Pers, Jakarta
[7] Murti, Krisna, (1999), Video Publik, Kanisius, Yogyakarta
[8] Murti, Krisna, (2006), Apresiasi Seni Media Baru, Direktorat Kesenian, Direktorat Jendral Nilai Budaya Seni dan Film, Jakarta
[9] Murti, Krisna, (2009), Esai Tentang Seni Video dan Media Baru, Indonesian Visual Art Archive, Yogyakarta
[10] Naisbitt, John (2002), terjemahan Dian R. Basuki, High Tech High Touch : Pencarian Makna di Tengah Perkembangan Pesat Teknologi, Penerbit Mizan, Bandung.
[11] Naratama. (2004), Menjadi Sutradara Televisi: Dengan Single dan Multi Kamera, PT Grasindo, Jakarta.
[12] Rush, Michael, (1999), New Mediuk Late 20th Century Art, Themes & Hudson, London
[13] Subroto, Darwanto S. (1984), Produksi Acara Televisi, Duta Wacana Press,Yogyakarta.
[14] Subroto, Darwanto S. (1985), Televisi Sebagai Media Pendidikan, Duta Wacana Press, Yogyakarta.

Downloads

Published

2021-11-26

Citation Check