Tingkat Pengetahuan Orang Tua Terhadap Swamedikasi Obat Demam Pada Anak Di Kelurahan Kerten Surakarta

Authors

  • Anggun Lufitasari Universitas Sahid Surakarta, Indonesia
  • Khotimatul Khusna Universitas Sahid Surakarta, Indonesia
  • Risma Sakti Pambudi Universitas Sahid Surakarta, Indonesia

Keywords:

Swamedikasi, Demam, Anak, Posyandu

Abstract

Pengobatan sendiri (self medication) merupakan upaya yang paling banyak dilakukan masyarakat untuk mengatasi keluhan atau gejala penyakit sebelum mereka memutuskan mencari pertolongan ke pusat pelayanan kesehatan/petugas kesehatan. Keluhan dan penyakit ringan yang banyak dialami masyarakat, seperti demam, nyeri, pusing, batuk, influenza, sakit maag, diare, penyakit kulit, dan lainlain. Demam adalah suatu keadaan dimana suhu tubuh lebih tinggi dari biasanya atau diatas 37ºC. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan orang tua terhadap swamedikasi demam pada anak di kelurahan kerten Surakarta. Metode penelitian yang digunakan dalam penenlitian ini adalah metode deskriptif dengan mengambil data dari kuesioner. Populasi penelitian ini adalah seluruh orang tua yang tinggal di Kelurahan Kerten. Sampel penelitian ini berjumlah 130 responden. Instrument pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data yang diperoleh kemudian dibuat dalam bentuk tabulasi dan dianalisis menggunakan presentase. Hasil penelitian pada tingkat pengetahuan orang tua terhadap swamedikasi demam pada anak di Kelurahan Kerten Surakarta dengan tingkat pengetahuan kategori baik 96,9%, tingkat pengetahuan kategori cukup 3,07%, tingkat pengetahuan kategori kurang 0%.

References

[1] Amin Widjaja, 2008, Dasar Dasar Customer Relationship. Management.Harvarindo, Jakarta.
[2] Arikunto. S, 2006, ProsedurPenelitian Suatu Pendekatan Praktik, Rineka Cipta, Jakarta.
[3] Asmadi, 2008, Teknik Prosedural Keperawatan Konsep dan Aplikasi Kebutuhan, Salemba Medika, Jakarta.
[4] Atmoko, W. & Kurniawati, I, 2009, Sebuah Respon Realistik Perilaku Konsumen di Masa Krisis. Volume 2,3, 233-247.
[5] Depkes RI, 2008, Materi Pelatihan Peningkatan Pengetahuandan Ketrampilan Memilih Obat Bagi Tenaga Kesehatan, Departemen Kesehatan Republik
Indonesia, Jakarta.
[6] Fauzy, Y., Widyastuti, Y., Setyawibawa, I.,Hartono, R. 2008. Kelapa Sawit. Jakarta(ID): Penebar Swadaya.
[7] Fauziah,H.,(2012),Pengaruh Insentif dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Dinas Bina Marga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Bandar Lampung,Jurnal,Vol.2(1),54-66.
[8] Faradila, Yuka Dan Yahya, M. Rizal. 2016. Pengaruh Opini Audit, Financial Distress, dan Pertumbuhan Perusahaan Klien terhadap Auditor Switching.Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Akuntansi (Jimeka) Vol. 1, No. 1, (2016) Halaman 81-10
[9] Fleckenstein, A.E., Hanson, G. R.&Venturelli, P, 2011, Drugs And Society (11 Thed).
[10] Lintang Bismantara G. P.S, Elly R, 2017, Hubungan Tingkat Pendidikan Terhadap Tingkat Pengetahuan Orang Tua Dalam Swamedikasi Demam Pada Anak
Mengunakan Obat Paracetamol, Program Studi Farmasi Fakultas Kesehatan, Universitas Kadiri.
[11] Notoadmodjo, Soekidjo, 2007, Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Rineka Cipta, Jakarta.
[12] Notoadmodjo, Soekidjo, 2012, Metodologi Penelitian Kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta.
[13] Notosiswoyo, M. Supardi, 2003, Pengobatan sendiri Sakit Kepala, Deman, Batuk dan Pilek pada masyarakat di Desa Ciwalen Kecamatan warung kondang Kabupaten Cianjur Jawa Barat, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Depkes RI, Jakarta.
[14] Kemenkes RI, 2016, Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia No.74, Jakarta.
[15] Lemeshow, S., et al, 1990, Adequacy Of Sample SizeIn Health Studies, Diterjemahkan Oleh Dibyo Pramono Dengan Judul Besar Sampel Dalam Penelitian Kesehatan, 1997, Gajah Mada University Esa Unggul Jakarta.
[16] Riandita, Amarilla, 2012, Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Demam Dengan Pengelolaan Demam pada Anak, Skripsi, Universitas Diponegoro.
[17] Safrina. Miranti LU, 2008, Kajian Swamedikasi Pada Penyakit Kulit Di Masyarakat Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Propinsi Kalimantan Tengah, Thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
[18] Sherwood. L, 2001, Fisiologi Manusia: Dari Sel ke Sistem Edisi 2, EGC, Jakarta.
[19] Soedjatmiko, 2005, Penanganan Demam pada Anak Secara Profesional. In: Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan Ilmu Kesehatan Anak XLVII, 1sted, Jakarta.
[20] Sujarweni, V, 2014, Metodologi Penelitian Keperawatan, Gava Media, Yogyakarta.
[21] Sumarwan U, 2018, Riset Pemasaran Dan Konsumen Sesi 1, Penerbit IPB Press, Bogor.
[22] Suriadi, Yuliani, R, 2010, Buku Pegangan Praktik Klinik: Asuhan Keperawatan pada Anak Edisi 2, Sagung Seto, Jakarta.
[23] Swansburg, Russel, 2001, dalam Hizah, 2016, Gambaran Pengetahuan Ibu dan Metode Penanganan Demam pada Balita di Wilayah Puskesmas Pesangan Kota
Tangerang Selatan, Skripsi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.
[24] Tanuwijaya, V.A. (2015). Produksi Penisilin oleh Penicillium chrysogenum dengan Penambahan Fenilalanin. Jurnal. Universitas Atma Jaya : Yogyakarta.
[25] Tjay, H. T., Rahardja. K, 2007, Obat-Obat Penting, Flex Media Komputind, Jakarta.
[26] Tjay, H. T, Rahardja. K, 2002, Obat-Obat Penting, Media Komputindo, Jakarta.
[27] Wilmana PG, Gan SG, 2007, Analgetik, Antipiretik, Antiinflamasi non steroid dan obat gangguan sendi lainnya. In: Farmakologi dan Terapi, 5thed, Gaya Baru, Jakarta.
[28] Wiyarni, 2016, Mencegah dan Mengatasi Demam pada Balita, Kawan Pustaka,Jakarta.

Downloads

Published

2021-11-26

Citation Check