Peningkatan Kemampuan Instagram Business sebagai Marketing Komunikasi bagi UMKM Batik Kampung Tematik Durenan Indah Semarang

Authors

  • Citra Safira Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Semarang, Indonesia
  • Kharisma Ayu Febriana Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Semarang, Indonesia
  • Fajriannoor Fanani Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Semarang, Indonesia

Keywords:

instagram Business, Marketing Komunikasi, UMKM Batik Kampung Tematik Durenan Indah Semarang

Abstract

Pandemi COVID-19 membuat semua lini usaha mengalami penurunan yang signifikan, seperti yang diraskan oleh para pelaku UMKM Batik di Kampung Tematik Durenan Indah Semarang. Keterbatasan modal dan adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) membuat mereka harus melakukan inovasi agar usaha tidak mengalami kebangkrutan. Pemanfaatan teknologi digital seperti Instagram Business menjadi jalan terbaik sebagai media marketing komunikasi. Instagram Business dipilih karena aplikasi ini memiliki keunggulan dalam bidang visual. Sayangnya belum semua pelaku UMKM memahami penggunaan aplikasi tersebut. Oleh sebab itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat Universitas Semarang program studi Ilmu Komunikasi memilih pada pemanfaatan Instagram Business sebagai media marketing komunikasi.


Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberi pengetahuan mengenai pemanfaatan Instagram Business sebagai selling platform dan melatih para UMKM khususnya UMKM Batik Kampung Tematik Durenan Indah Semarang dalam menggunakan Instagram Business. Kegiatan dilaksanakan dengan protokol kesehatan di Lab. Komputer USM dengan metode memberikan materi secara teori dan praktik pembuatan akun Instagram Business. Dalam pelaksanaannya, para peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat ini karena merasa terbantu dalam mengoperasikan Instagram Business. Kedepannya, mereka berharap aplikasi ini dapat membantu para pelaku UMKM Batik untuk meningkatkan omzet penjualan.

References

[1] D. F. Kusuma and M. S. Sugandi, “Strategi Pemanfaatan Instagram Sebagai Media Komunikasi Pemasaran Digital Yang Dilakukan Oleh Dino Donuts,” J. Manaj.
Komun., vol. 3, no. 1, p. 18, 2019, doi: 10.24198/jmk.v3i1.12963.
[2] D. McQuail, Teori Komunikasi Massa, 6th ed. Jakarta: Salemba Humanika, 2011.
[3] Irso, “Dirjen PPI: Survei Penetrasi Pengguna Internet di Indonesia Bagian Penting dari Transformasi Digital,” 2020. https://www.kominfo.go.id/content/detail/30653/ dirjenppi-survei-penetrasi-pengguna-internet-di-indonesia-bagian-penting-dari-ransformasidigital/0/berita_satker.
[4] R. Nasrullah, Media Sosial Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2016.
[5] M. A. Harahap and S. Adeni, “Tren penggunaan media sosial selama pandemi di indonesia,” J. Prof. FIS UNIVED, vol. 7, no. 2, pp. 13–23, 2020.
[6] D. S. Puspitarini and R. Nuraeni, “Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Media Promosi (Studi Deskriptif pada Happy Go Lucky House),” J. Common, vol. 3, no. 1, pp. 71–80, 2019, [Online]. Available: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/common/article/view/1950.
[7] S. N. L. Nalini, “Dampak Dampak covid-19 terhadap Usaha MIkro, Kecil dan Menengah,” Jesya (Jurnal Ekon. Ekon. Syariah), vol. 4, no. 1, pp. 662–669, 2021, doi:
10.36778/jesya.v4i1.278.
[8] Betty Silfia Ayu Utami, “Dampak Pandemi Covid 19 Terhadap Sektor Usaha di Kalimantan Timur,” J. FEB Unmul, vol. 17, no. 1, pp. 1–9, 2021, [Online]. Available:
https://journal.uwks.ac.id/index.php/economie/article/download/1511/1015.
[9] A. Amri, “Pengaruh Periklanan Melalui Media Sosial Terhadap UMKM di Indonesia di Masa PAndemi,” J. Brand, vol. 2, no. 1, pp. 123–130, 2020, [Online]. Available: https://www.academia.edu/42672824/Dampak_Covid-19_Terhadap_UMKM_di_Indonesia.
[10] C. P. A. Rabbi, “PPKM Darurat Berlaku, Omzet UMKM Diperkirakan Anjlok 60%.”https://katadata.co.id/safrezifitra/berita/60dd8bfdc60ea/ppkm-darurat-berlaku-omzetumkm-diperkirakan-anjlok-60.
[11] A. I. Fahrika and J. Roy, “Dampak pandemi covid 19 terhadap perkembangan makro ekonomi di indonesia dan respon kebijakan yang ditempuh,” Inovasi, vol. 16, no. 2, pp.206–213, 2020.
[12] E. P. Hendro, “Konsep Pengembangan Kampung Batik Durenan Indah Suatu Pendekatan Antropologi Terapan,” Endogami J. Ilm. Kaji. Antropol., vol. 2, no. 2, p.176, 2019, doi: 10.14710/endogami.2.2.176-181.
[13] REDAKSI, “Pemkot Semarang Inisiasikan Kampung Batik sebagai Tujuan Wisata Budaya,” 2020. https://majalahcsr.id/pemkot-semarang-inisiasikan-kampung-batiksebagai-tujuan-wisata-budaya/.
[14] Morissan, Periklanan: Komunikasi Pemasaran Terpadu. Jakarta: Prenada Media Gruop, 2019.
[15] J. Patrick, “Dilema Beli Produk di Medsos karena Terpengaruh „Influencer,‟” 2020.
https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20200218102114-185-475612/dilema-beliproduk-di-medsos-karena-terpengaruh-influencer.
[16] Puguh Kurniawan, “Pemanfaatan Media Sosial Instagram Sebagai Komunikasi Pemasaran Modern Pada Batik Burneh Puguh Kurniawan Universitas Trunojoyo Madura,” Kompetensi, vol. 11, no. 2, pp. 217–225, 2017, [Online]. Available:http://journal.trunojoyo.ac.id/kompetensi/article/view/3533.
[17] W. D. N. Kurniawati, “Pemanfaatan Instagram Oleh Komunitas Wisata Grobogan Dalam Mempromosikan Potensi Pariwisata Daerah,” Komuniti J. Komun. dan Teknol. Inf., vol. 8, no. 5, pp. 127–143, 2017, doi: 10.23917/komuniti.v8i5.2943.

Downloads

Published

2021-12-27

Citation Check