Hubungan Intensitas Dan Kualitas Komunikasi Dengan Keakraban Keluarga Selama Masa Pandemi Covid-19 (The Relationship Between Intensity and Quality of Communication With Familiarity Among Children and Parents During the Covid-19 Pandemic Era)

Authors

  • Dayang Rabvina Auryn Jurusan Sosiologi, Universitas Bengkulu, Indonesia
  • Sri Handayani Hanum Jurusan Sosiologi, Universitas Bengkulu, Indonesia
  • Ika Pasca Himawati Jurusan Sosiologi, Universitas Bengkulu, Indonesia

Keywords:

Intensitas Komunikasi, Keakraban Keluarga, Kualitas Komunikasi, Pandemi Covid-19

Abstract

Keakraban keluarga merupakan indikator hasil pencapaian anggota keluarga dalam menjalankan peran, fungsi dan tanggung jawabnya. Keakraban keluarga dicapai oleh dengan komunikasi yang baik antara anak dengan orangtua. Kebijakan â€œbelajar dari rumah†yang diterapkan pemerintah untuk menyikapi pandemi covid-19, berdampak pada waktu kebersamaan di rumah menjadi lebih lama. Orangtuapun berperan mendampingi belajar anak. Keterbatasan kemampuan orangtua bisa jadi mengganggu komunikasinya dengan anak. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan intensitas komunikasi dan kualitas komunikasi selama masa pandemi covid-19 dengan keakraban keluarga. Teori Fungsionalisme Struktural dari Merton menjadi landasan analisis. Data kuesioner dari 213 siswa SMAN 3 Kota Bengkulu diolah dengan korelasi product moment dengan batas acuan signifikansi sebesar 0,138. Hasil hitung sebesar 0.803104 mengindikasikan bahwa intensitas komunikasi berkolerasi positif sebesar 64,50% dengan keakraban keluarga. Artinya semakin tinggi frekuensi dan durasi berkomunikasi antar-anak dengan orangtua, dibarengi perhatian mendalam dan pemahaman pesan maka semakin kuat keakraban mereka. Selanjutnya nilai korelasi sebesar 0.828153 mengindikasikan bahwa kualitas komunikasi berkolerasi positif sebesar 68,58% dengan keakraban keluarga. Artinya semakin mendalam kualitas komunikasi antar-anak dengan orangtua yang terukur dari adanya keterbukaan, empati, sikap mendukung, pengertian, dan kesetaraan maka semakin kuat keakraban mereka. Kondisi sebaliknya adalah semakin rendah indikator-indikator intensitas dan kualitas komunikasi maka semakin lemah pula tingkat keakraban dalam keluarga.

References

[1] Awi, M. V., Mewengkang, N., & Golung, A. 2016. Peranan Komunikasi Antar Pribadi Dalam Menciptakan Harmonisasi Keluarga Di Desa Kimaam
kabupaten Merauke. Jurnal: Acta Diurna Komunikasi, 5(2), 1-12
[2] Iftitah, S. L., & Anawaty, M. F. 2020. Peran orang tua dalam mendampingi anak di rumah selama pandemi Covid-19. Journal of Childhood Education, 4(2),71-81
[3] Kuswanti, A. Munadhil, M. A. Zainal, A. G. & Oktarina, S. 2020. Manajemen Komunikasi Keluarga Saat Pandemi Covid-19. Salam: Jurnal Sosial dan Budaya
Syar-i, 7(8), 707-722
[4] Nursanti, S., Utamidewi, W., & Tayo, Y. 2021. Kualitas Komunikasi Keluarga tenaga kesehatan dimasa Pandemic Covid-19. Jurnal Studi Komunikasi, 5(1),
233-248
[5] Permatasari, A. N., dkk. 2020. Keintiman Komunikasi Keluarga Saat Sosial Distancing Pandemi Covid-19. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia
Dini, 5(1), 346-359
[6] Prabandari, A. I., & Rahmiaji, L. R. 2019. Komunikasi Keluarga dan Penggunaan Smartphone oleh Anak. Interaksi Online, 7(3), 224-237
[7] Sinaga, E. U. Muhariati, M. & Kenty, K. 2016. Hubungan Intensitas Komunikasi Orang Tua Dan Anak Terhadap Hasil Belajar Siswa. Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan, 3(2), 80-84
[8] Sumartono, S. & Rizaldi, J. M. 2017. Kualitas Komunikasi Keluarga Dan Tingkat Keakraban Pada Anak. Komunikologi: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 14(2), 89-97
[9] Wahyuti, T. & Syarief, L. K. 2016. Korelasi Antara Keakraban Anak dan Orang Tua Dengan Hubungan Sosial Asosiatif Melalui Komunikasi Antar Pribadi. Jurnal Visi Komunikasi, 15(1), 143-157

Downloads

Published

2021-12-27

Citation Check