STRATEGI KOMUNIKASI DAKWAH KOMUNITAS “JAGA SESAMA” DI MASJID AR-ROCHMAN MANAHAN SOLO SEBAGAI BENTUK PENDIDIKAN MASYARAKAT MARJINAL

Authors

  • SETYA ADHY WICAKSANA Universitas Muhammadiyah Surakarta, Indonesia
  • JOKO SUTARSO jokosutarso1964@gmail.com, Indonesia

Keywords:

Dakwah, Komunikasi Kelompok, Marjinal, Agama Islam, Presuasif

Abstract

Persoalan agama menjadi bagian dari persoalan yang begitu krusial bagi kehidupan masyarakat yang akan melahirkan beragam penilaian. Sebagian masyarakat memandang bahwa agama harus identik dengan kalangan yang latar belakangnya berkategori baik. Sementara sebagian lain berspekulasi bahwa agama dituntut harus bisa merangkul semua kalangan tanpa terkecuali dengan beberapa hal yang harus diperhatikan dalam rangka menjaga kemurnian sebuah agama. Hal ini terkait erat dengan fenomena perubahan pola pemahaman keagamaan dan perilaku keberagamaan pemeluk agama (Islam). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi dakwah di Komunitas Dakwah Jaga Sesama terhadap kaum marjinal di Masjid Ar-Rachman Kelurahan Manahan, Kota Solo. Penelitian ini menerapkan teori Komunikasi Kelompok dan Teori Dakwah serta metode analisis deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan datanya menerapkan observasi partisipan lewat wawancara serta dalam penggunaan narasumber sendiri yakni Ketua Komunitas Jaga Sesama yang dahulunya juga merupakan bagian dari kaum marjinal itu sendiri lalu penggunaan teknik sampling yang diterapkan ialah snowball sampling yang kerap juga diistilahkan dengan network sampling. Validitas data yang dipakai ialah triangulasi sumber dan analisis datanya yaitu lewat model interaktif. Hasilnya membuktikan bahwa penggunaan komunikasi secara presuasif kepada kaum marjinal dapat menjadikan mereka lebih menerima materi dakwah tersebut dibandingkan penggunaan cara dakwah lain yang tidak semua segmentasi masyarakat belum tentu bisa memahaminya. Penelitian ini pun membuktikan bagaimana bila kita bisa bergaul dengan mereka secara presuasif dan menganggap mereka sebagai keluarga dalam penyampaian materi dakwah maka kaum marjinal yang biasa dianggap oleh masyarakat tidak pernah mengenal agama dan hidupnya serampangan malah bisa belajar agama lebih dari orang biasa yang hidupnya normal-normal saja. Prinsipnya penulis mengambil sikap di tengah (moderat). Artinya memakai kacamata obyektif.

References

[1] Achmad Mubarak, Psikologi Dakwah, Membangun Cara Berpikir dan Merasa, Madani, Malang, hal.114.
[2] Amrullah (2017). “ Dakwah Presuasif ( Sebuah Tinjauan dari Aspek Hakikat Rohaniah )” (Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin).
[3] Asmuni Syukir, dasar-dasar strategi dakwah, (Cet.I; Surabaya: Usaha offset printing, 1983).
[4] Asmuni, Ahmad (2017). “ Peran Ulama dalam Pemberdayaan Masyarakat Marjinal” (Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Prodi dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon Jawa Barat).
[5] Awang, Nor Nazihah dan Razaleigh Muhamat. (2020). “Approach of Dakwah through Usrah to Lesbians” dalam jurnal Bitara Volume 3, Issue 2, 2020 (hlm.
091-096). Selangor: Universiti Kebangsaan Malaysia.
[6] Cangara, H. (2013). Perencanaan dan Srategi Komunikasi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
[7] Cangara, Hafied. (Ed.). (1993). Komunikasi Islam. Program Pascasarjana IAIN Alauddin, Makassar.
[8] DeVito, Joseph A. (2011). “Komunikasi Antar Manusia”. Tangerang Selatan: Karisma Publishing Group.
[9] Dr. Abdullah Muhammad Zaid, Islamic Da„wah (Mission): The Defination, Conception and Foundation, Kuala Lumpur: Pustaka Antara, 1995.
[10] Foster, Karen (2013). “ Its just a social thing: Drug use, Friendship and borderwork among marginalized young people ”. Dalam Jurnal International
Journal of Drug Policy Volume 24, Issue 3, May 2013, (hal. 223-230).
[11] Golberg, Alvin A. dan Carl E Larson. (2006) “Komunikasi Kelompok: Proses Diskusi dan Penerapannya“, Yogyakarta: Penerbit Universitas Islam Indonesia.
[12] Harry Hikmat. Strategi Pemberdayaan Masyarakat. Bandung Humaniora.,2013.,
[13] Hudah, Khoirul. 2018.Komunikasi Dakwah Muhammadiyah (Studi Komunikasi Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Jombang).Publikasi Penelitian.Surakarta: Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Informatika. Universitas Muhammadiyah Surakarta
[14] Ibrahim. 2015. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
[15] Kadir, Abdul. (1993). “Metode Diskusi dalam Dakwah”, Surabaya: Al-Ikhlas.
[16] Kersten, C. (2009). Islam Cultural Hybridity and Cosmopolitanism: New Muslims Intellectuals on Globalization. Journal of Global and Internasional Studies 1 (1).

Downloads

Published

2021-12-27

Citation Check