PEMAHAMAN RAMBU DALAM MENGURANGI KECELAKAAN LALU LINTAS DI NGUTER

  • Dian Ayu Aryani

Abstract

Kecelakaan lalu lintas yang merupakan permasalahan dari kegiatan transportasai sebenarnya adalah dampak yang terjadi dari adanya mobilitas transportasi. Keberadaan
pusat keramaian menimbulkan hambatan samping, sehingga menyebabkan terganggunya arus lalu lintas yang dapat menyebabkan kecelakan lalu lintas. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Provinsi Kabupaten Sukoharjo ruas jalan Sukoharjo – Nguter sepanjang 7,9 km. Untuk pengumpulan data skunder dilakukan di Satlantas Polres Sukoharjo yang terletak di Jl. Jendral Sudirman No 68 Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo dengan subyek penelitian adalah laporan tahunan kecelakaan lalu lintas jalan raya Polres Sukoharjo tahun 2017- 2019 dan untuk data primer dari kuisioner dengan mengambil sampel 300 responden.Hasil pengumpulan data serta penelitian diperoleh hasil faktor penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas didominasi oleh faktor kendaraan 54%, faktor jalan/cuaca 52% dan faktor manusia 52%. Rata-rata posisi kecelakaan lalu lintas diruas jalan Sukoharjo-Nguter pata tahun 2017 tabrak depan-depan sebanyak 11 korban, pada tahun 2018 tabrak depan-depan sebanyak 12 korban dan pada tahun 2019 tabrak depan-depan 18 korban. Rata-rata kerugian material kecelakaan lalu lintas diruas jalan Sukoharjo - Nguter pada tahun 2017 sebesar Rp 42.050.000 sebanyak 27 korban luka ringan dan 7 korban meninggal dunia , pada tahun 2018 sebesar Rp 42.850.00 sebanyak 36 korban luka ringan dan 10 korban meninggal dunia, pada tahun 2019 sebesar Rp 59,400.000 sebanyak 73 korban luka ringan dan 13 korban meninggal dunia.

Author Biography

Dian Ayu Aryani

Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Published
2020-09-30
How to Cite
ARYANI, Dian Ayu. PEMAHAMAN RAMBU DALAM MENGURANGI KECELAKAAN LALU LINTAS DI NGUTER. JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA, [S.l.], v. 1, n. 1, sep. 2020. ISSN 2746-1319. Available at: <http://jurnal.usahidsolo.ac.id/index.php/TTG/article/view/571>. Date accessed: 26 oct. 2020.