Pelatihan Bahasa Jepang Pelaku Wisata Kampung Kelengkeng Desa Simoketawang Wonoayu Sidoarjo Sebagai Upaya Peningkatan Market Mancanegara

Authors

  • Cuk Yuana Prodi Sastra Jepang FIB Untag 1945 Surabaya, Indonesia
  • Febby Rahmatullah Masruchin Prodi Sastra Jepang FIB Untag 1945 Surabaya, Indonesia
  • Januarius Aquino Nicolas Francois Prodi Sastra Jepang FIB Untag 1945 Surabaya, Indonesia
  • Kristanto Eka Rhamadani Prodi Sastra Jepang FIB Untag 1945 Surabaya, Indonesia
  • Khusnul Khotimah Prodi Sastra Jepang FIB Untag 1945 Surabaya, Indonesia
  • Gita Savitri Nur Kumalasari Prodi Sastra Jepang FIB Untag 1945 Surabaya, Indonesia
  • Muhammad Guntur Prodi Sastra Jepang FIB Untag 1945 Surabaya, Indonesia

Keywords:

wisata kampung kelengkeng, simoketawang, pelatihan, pemasaran wisata

Abstract

Desa Simoketawang kecamatan Wonoayu kabupaten Sidoarjo provinsi Jawa Timur adalah sebuah desa penghasil kelengkeng yang mengkreat dan mengimprove  buah kelengkeng yang tidak hanya bisa dikonsumsi sebagai buah yang manis, lezat dan baik untuk kesehatan saja, tetapi mengolah produk kelengkeng menjadi produk yang merketabel dengan menjadikan daging buah kelengkeng menjadi minuman dan selai kelengkeng dan memanfaatkan biji buah kelengkeng menjadi kopi kelengkeng dan menjadi desa Wisata Kampung Kelengkeng, yang dalam taraf sangat memerlukan pemasaran secara global, terutama ke negara Jepang yang menjadi sasaran pemasaran saat ini karena Jepang sebagai negara yang masyarkatnya menjadi penggemar kopi dari berbagai jenis. diharapkan semakin banyak wisatawan Jepang yang mau berkunjung ke Wisata Kampung ini. Kegiatan pengabdian masyarakat di desa Simoketawang ini bertujuan untuk mengedukasi pelaku wisata melalui pelatihan bahasa Jepang untuk pariwasata, pendampingan penyusunsan panduan Wisata  dalam bahasa Jepang, serta pembuatan website Wisata Kampung Kelengkeng, sehingga wisatawan manca negara khususnya Jepang dapat mengakses informasi tentang Wisata Kampung Kelengkeng Simoketawang, yang kemudian berkunjung ke tempat ini. Setelah pelatihan Bahasa Jepang,  Karang Taruna maupun pelaku wisata desa Simoketawang dapat dinyatakan telah memiliki kemampuan menerapkannya dalam brosur, panduan wisata dan konten website dalam bahasa Jepang dan mempunyai  kesiapan dalam rangka pemasaran produk, serta menyambut kedatangan wisatawan mancanegara, terutama dari negara Jepang.

References

Aji Setyanto, Unknown. Jurnal Pentingnya Penguasaan Bahasa dan Budaya Asing Sebagai Pendukung Utama Sektor Pariwisata.Destinasi Pariwisata. hlm 1-18. https://fib.ub.ac.id/penelitian-dan-pengabdian/jurnal-penelitian/.

Wahyuning, T., Ratnawati, N., & Idris. 2021. Pentingnya Penguasaan Bahasa dan Budaya Asing Sebagai Pendukung Utama Sektor Pariwisata. Widya Laksana. Vol. 10, No. 1, 8. https://doi.org/10.23887/jwl.v10i1.30121.

Menteri pariwisata dan ekonomi kreatif. 2021.Panduan Pengembangan Desa Kreatif. https://jdih.kemenparekraf.go.id/katalog-789-produk-hukum.

Bungin, M. Burhan. 2007. Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Vembriarto, St. 1975. Pengantar Pengajaran Modul.Yogyakarta.

Yusuf A Hilman dkk, (2018). Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengembangan Pariwisata. Karangasem.

Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Huda, Miftahul. (2013). Model-model pengajaran dan pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

S. Kuntarsih., Wibawa., Samsuardi., dan Sutari. (2005). Budidaya buah-Buahan Lengkeng. Jakarta: Direktorat Budidaya Tanaman Buah.

Usman, M. (2006). Sukses Membuahkan Lengkeng dalam Pot. Jakarta. Pt. Agromedia Pustaka. 74 hlm.

Untung, O. (2006). Agar Tanaman Berbuah di Luar Musim. Jakarta. PT. Penebar Swadaya. Hal 56.

Morton, J. (1987). Fruits of warm climates. Miami: FL, pp.281-286.

Downloads

Published

2022-12-06

Issue

Section

Articles

Citation Check