Desain Renovasi Toilet dan Tempat Wudhu Masjid Baitul Hamid dengan Pendekatan Ergonomi

Authors

  • Indy Rafia Universitas Sahid Surakarta, Indonesia

Keywords:

masjid, desain interior, ergonomi, antropometri

Abstract

Masjid merupakan tempat ibadah bagi umat Islam. Pada awalnya masjid adalah tempat sholat sederhana dan mungkin berwujud ruang terbuka. Namun seiring perkembangan zaman, masjid dibangun menjadi bangunan yang megah dan tak sedikit pula masjid dibangun dengan konsep yang mewah. Pada Desa Karangrejo, kecamatan Garum, Kabupaten Blitar terdapat satu masjid bernama Baitul Hamid. Masjid ini adalah satu-satunya yang berada di desa Karangrejo, karena memang hanya berdiri satu masjid pada tiap desa. Toilet dan tempat wudhu pada Masjid Baitul Hamid dipisahkan antara laki-laki dan perempuan. Toilet dan tempat wudhu untuk perempuan sudah cukup memadai, namun sayangnya toilet dan tempat wudhu untuk laki-laki jauh dari kata layak. Oleh karena itu, diperlukan desainer interior untuk merancang renovasi toilet dan tempat wudhu tersebut. Desain renovasi toilet dan tempat wudhu menggunakan metode programming dan sintesa dengan pendekatan ergonomi antropometri dimana desain tersebut mengutamakan keamanan dan kenyamanan bagi penggunanya. Desain yang dihasilkan yaitu menggunakan keramik dengan warna yang sesuai dengan toilet perempuan, dengan tekstur sehingga lantai tidak licin. Membuat tangga untuk sirkulasi dari masjid ke toilet dan tempat wudhu dengan tinggi anak tangga 18cm dan lebar 70cm. Menyediakan kolam air bersih di depan tempat wudhu dan membuat pintu di ujung ruang untuk sirkulasi ke belakang masjid. Mengganti keran dan dipasang dengan ketingiian 80cm, jarak antar kran 70cm. Membagi ruang toilet dengan ukuran 130x150cm.

Downloads

Published

2024-01-04

Issue

Section

Articles

Citation Check