Analisis Beban Kerja Fisik dan Mental Operator Circular Knitting Dengan Metode CVL dan NASA TLX

Authors

  • Rifa Alda Pratama Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo, Indonesia
  • Suprapto . Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo, Indonesia
  • Mathilda Sri Lestari Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo, Indonesia

Keywords:

Beban Kerja Fisik & Mental, Circullar Knitting, CVL, NASA-TLX.

Abstract

PT. Yogyakarta Tekstil perusahan di Sukoharjo yang bergerak di bidang tekstil. Tahap yang paling krusial dalam pembuatan kain grey adalah perajutan benang (circular knitting). Aktivitas fisik dan mental merupakan salah satu faktor beban kerja yang dapat mempengaruhi pencapaian target produksi baik segi kualitas maupun kuantitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat beban kerja fisik dan mental yang dialami oleh operator bagian produksi circullar knitting. Metode utuk pengukuran beban kerja fisik dengan metode Cardiovascular Load (CVL) yaitu pengukuran denyut nadi/jantung dengan menggunakan pulse meter dan untuk beban kerja mental dengan kuisioner NASA-TLX. Subyek penelitian ada 14 operator circular knitting pada group A shift pagi. Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2023. Hasil penelitian dengan metode CVL diperoleh rata-rata 31 % yang menunjukkan klasifikasi beban kerja fisik tingkat II dengan (indeks>30%-60%) artinya perlu dilakukan perbaikan tetapi tidak mendesak. Sedangkan dengan metode NASA-TLX diperoleh hasil rata-rata 86,4 termasuk kategori golongan beban kerja mental sangat tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa beban kerja mental lebih tinggi dari pada beban kerja fisik yang dialami oleh operator circular knitting.

Downloads

Published

2024-01-04

Issue

Section

Articles

Citation Check