EFEKTIVITAS BATES METHOD EYE EXERCISE DENGAN METODE 20/20/20 TERHADAP GEJALA ASTENOPIA PADA MAHASISWA KEPERAWATAN UNIVERSITAS SAHID SURAKARTA

Authors

  • widiyono . Universitas Sahid Surakarta, Indonesia
  • Atik Aryani Universitas Sahid Surakarta, Indonesia

Keywords:

astenopia, metode bates, metode 20:20:20

Abstract

Latar belakang : Penggunaan komputer dengan durasi waktu yang panjang dapat menyebabkan gejala Computer Eyes Syndrome (astenopia). Kelelahan mata berdampak buruk bagi kesehatan, menurunnya kualitas ketajaman penglihatan, menurunnya kualitas hidup seseorang dan menurunnya tingkat produktivitas. Perlu upaya untuk mengatasi astenopia salah satunya dengan pelatihan senam mata metode bates dan metode 20-20-20. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan senam mata metode bates yang dibandingkan dengan metode 20-20-20 terhadap gejala astenopia pada mahasiswa keperawatan dan psikologi di Universitas Sahid Surakarta. Metode : Jenis penelitian Experimen Semu (Quasi Experimen) rancangan Two Group Pre-testPost-Test. Kelompok intervensi yang satu diberikan senam mata metode bates dan kelompok yang lain diberikan metode 20-20-20. Responden kelompok lain diberikan pelatihan senam mata metode bates. Astenopia diukur menggunakan Kuesioner checklist astenopia (kelelahan mata) yang disadur dari Departemen Tenaga Kerja Pusat Hyperkes dan Keselamatan Kerja (KK) Proyek Pengembangan Hygiene dan Keselamatan Kerja (KK) tahun 2002. Hasil : Tidak ada perbedaan pengaruh metode batesdan strategi 20:20:20 terhadap penurunan gejala astenopia pada mahasiswa keperawatan Universitas Sahid Surakarta. Kesimpulan : Kedua intervensi sama-sama berpengaruh terhadap astenopia

 

References

American Academy of Ophthalmology. (2020). Eye strain: how to prevent tired eyes; February 26, 2022. Available from: https://www.aao.org/ eyehealth/diseases/what-is-eye-strain.

American Optometric Association. (2013). The effects of video display terminal use on eye health and vision. http://www.aoa.org/optometrists/education-andtraining/clinical- care/effects-of-video-display 4

American Optometric Association. Computer vision syndrome [Internet]. [cited 2016 Nov 22].

Anshel, J. (2005). Visual Ergonomics Handbook. CrcPress Taylor & Francis Group. Vision--Handbooks, manuals, etc. 2. Vision disorders--Handbooks, manuals,etc. 3. Video display terminals--Health aspects--Handbooks, manuals, etc. 4. Human-computer interaction--Handbooks, manuals, etc

Asnel, R. dan C. K. (2020). Analisis Faktor Kelelahan Mata pada Pkerja Pengguna

Komputer. Jurnal Endurance, 5(2), 356–365

Azkadina, A. (2012). Hubungan antara faktor risiko individual dan komputer terhadap kejadian Computer Vision Syndrome. Semarang: Fakultas KedokteranUniversitas Diponegoro.

Barthakur, R. (2013). Computer vision syndrome. Internet Journal of MedicalUpdate, 8(2), 1-2.

Bates, W. 1920. Perfect Sight Without Glasses. New York: Press Of Thos.

Bates, W. H. (1920). Perfect Sight Without Glasses. New York: Press Of Thos. B. Brooks,Inc.

Bates, W. H., 1920. Perfect Sight Without Glasses. New York: Press Of Thos. B. Brooks,

Inc

Bhanderi, D. J., Choudhary, S., & Doshi, V. G. (2008). A community-based study of

asthenopia in computer users. Indian J Ophthalmol , 56(1) : 51-55.

Febrianti, S., & Bahri, T. S. (2018). Gejala computer vision syndrome pada mahasiswa

keperawatan. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan, 3(2).

Garg, A., & Rosen, E. (2008). Instant clinical diagnosis in opthalmology anterior segment.

Jaypee brothers medical publishers.

Gupta, R., Gour, D., Meena, M., 2014. Interventional Cohort Study for Evaluation of

Computer Vision Syndrome among Computer Workers. International Journal of

Medical Research and Review vol 2/ issue 1.

Hidayatulloh, M. S., Brata, K. C., & Az-Zahra, H. M. (2017). Pengembangan Aplikasi

Pelatihan Otot Mata Penderita Miopia Menggunakan Metode Bates dan

Teknologi Virtual Reality. Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu

Komputer, 1(12), 1599-1607.

Lertwisuttipaiboon S, Pumpaibool T, Neeser KJ, Kasetsuwan N. (2017) Effectiveness

of a participatory eye care program in reducing eye strain among staff computer

users in Thailand. Risk Manag Healthc Policy. 11;10:71-80. doi:

2147/RMHP.S134940

Logaraj M, Madhupriya V, Hegde SK. (2014). Computer Vision Syndrome and

Associated Factors Among Medical and Engineering Student in Chennai. Ann

Med Health Sci Res.;4 (2):179–85.

Loh K.Y, Reddy S.C. Understanding and preventing computer vision syndrome.

Malaysian Family Physician. 2008;3(3): 128-130

Mclean L, Tingley M, Scott RN, Rickards J. (2001). Computer terminal work and the

benefit of microbreaks. Appl Ergon ;32(3):225-37.

Munshi, S., Varghese, A., & Dhar-Munshi, S. (2017). Computer vision

syndrome—A common cause of unexplained visual symptoms in the modern

era. International Journal of Clinical Practice, 71(7), 1–5.

https://doi.org/10.1111/ijcp.12962

Nau, S. V., Sagita, S., Setiawan, I. M. B., & Artawan, I. M. (2022). Senam Mata Menurunkan Computer Vision Syndrome (CVS) Pada Mahasiswa Universitas Nusa Cendana. Cendana Medical Journal (CMJ), 10(1), 58-66.

Night C. 2011. Ten Steps for Clear Eyesight Without Glasses. San Francisco: Clearsight Publishing Co. Nurhikma, G., Setyowati, D. L., & Ramdan, I. M. (2022). Pemberian Metode 20-20-20

terhadap Penurunan Gejala Computer Vision Syndrome (CVS). Faletehan Health Journal, 9(03), 298-307.

Oxenfeld, N., (2013). Integral Eyesight Improvement. [Online] Available at: http://integraleyesight.com/ [Diakses 25 Janauary 2022].

Pratiwi, A. D., Safitri, A., & Lisnawaty, J. (2020). Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Computer Vision Syndrome ( Cvs ) Pada Pegawai Pt .Media Kita Sejahtera Kendari Factors Related To the Event of Computer Vision Syndrome ( Cvs ) in the. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(1), 41–47

Purba, R., Barus, S., & Lubis, F. H. (2021). Pengaruh Intervensi Trik 20-20-20

Terhadap Penurunan Gejala Computer Vision Syndrome Pada Mahasiswa

Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Deli Husada Institut

Kesehatan Deli Husada Deli Tua , Jl . Besar No . 77 Deli Tua Purba R , Barus S ,

Hand. 4(2), 274–279

Reddy, S, C,. Low, C, K,. Lim, Y, P, (2013). Computer vision syndrome: a study of knowledge and practices in university students. Nepal J Ophthalmol. 2013 JulDec;5(2):161-8. doi: 10.3126/nepjoph.v5i2.8707

Salote, A., Jusuf, H., Amalia, L., Gorontalo, U. N., Gorontalo, U. N.,

Gorontalo, U. N., Monitor, J., & Mata, G. K. (2020). Hubungan Lama Paparan Dan Jarak Monitor Dengan Gangguan Kelelahan Mata Pada Pengguna Komputer.

Jurnal Health and Science, 4(2), 104–121.

Sandercock, G. R. H., Ogunleye, A., & Voss, C. (2012). Screen time and phsycal activity in youth: Thief of time or lifestyle choice?. Journal of Physycal Activity and Health, 9, 977-984.

Taylor, K. The research on RSI and breaks. Wellnomics Limited White Paper.

https://www.wellnomics.nl/wp-content/uploads/2017/04/Wellnomicswhite-paper-The-research-on-RSI-and-Breaks.pdf

Toama, Z,. Mohamed, A, A,. Hussein, N, A. (2012). Impact of guidline application on

the prevention of occupational overuse syndrome for computer user. J Am Sc. 2012;8(2):265-82.

Tribley, J., McClain, S., Karbasi, A., & Kaldenberg, J. (2011). Tips for computer vision syndrome relief and prevention. Work, 39(1), 85-87.

Unari, U., & Surjani, I. (2022). Profil Pasien Klinik Mata KMU Gresik selama pandemi covid-19 periode maret 2020–Desember 2021. Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 9(1), 123-133.

Wimalasundera, Saman. (2006). Computer Vision Syndrome. Galle Medical Journal. 2006;11(1)

Downloads

Published

2023-12-27

Issue

Section

Articles

Citation Check