Kelembagaan Pengelolaan Wisata Alam di Desa Labuhan, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan

Authors

  • Prafa Rasmahanum Ara Universitas Trunojoyo Madura, Indonesia
  • Anita Kristina Universitas Trunojoyo Madura, Indonesia

Keywords:

kelembagaan, modal sosial, wisata alam berbasis masyarakat

Abstract

Adanya permasalahan pengelolaan sektor pariwisata yang belum memadai dalam perspektif kelembagaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kelembagaan pengelolaan wisata alam di Desa Labuhan, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif studi kasus. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil dalam penelitian ini berkaitan dengan tata kelola kelembagaan yang melibatkan beberapa aktor. Kesimpulan hasil dalam penelitian ini menemukan bahwa dalam peran aktor mengelolaan pariwisata masih terdapat kecemburuan sosial antara pokdarwis dengan masyarakat lokal. Jalinan hubungan antar pokdarwis individu satu dengan yang lainnya dalam pengelolaan memiliki nilai kebersamaan yang baik dengan diberlakukannya aturan/kebijakan yang disepakati bersama. Dan terdapat hubungan jejaring kerjasama dengan pemerintah yang diwakilkan oleh aparatur desa dan swasta yaitu Pertamina, tidak hanya itu kelompok masyarakat lokal yaitu Kartar memberikan kontribusi apabila sewaktu-waktu diperlukan.

References

[1] Alandera, E. (2018). Upaya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bukit Pangonan Dalam Membina Masyarakat Sadar Wisata Di Desa Pajaresuk, Kabupaten Pringsewu.
[2] Amerta, I. M. S., & dkk. (2018). Sustainable tourism development. Sustainable Tourism Development, 5(2), 248–254. https://doi.org/10.37040/geografie2001106030178
[3] Asmoro, B. T., & Da’awi, M. M. (2020). Revitalisasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sukodono, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang Dalam
Pengelolaan Obyek Wisata Coban Pandawa. JPM (Jurnal Pemberdayaan Masyarakat), 5(1), 373–379. https://doi.org/10.21067/jpm.v5i1.3411
[4] Bagunda, N., Tulusan, F., & Laloma, A. (2019). Manajemen Pengelolaan Pariwisata Di Kabupaten Kepulauan Talaud. Jurnal Administrasi Publik, 5(84),
83–89.
[5] Coleman, J. S. (2021). Modal Sosial : Seri Dasar-Dasat Teori Sosial. Nusamedia.
[6] Daraba, D. (2017). Pengaruh Program Dana Desa Terhadap Tingkat Partisipasi Masyarakat Di Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar. Sosiohumaniora, 19(1), 52–58. https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v19i1.11524
[7] Dewi, W. K., & Hermawan, D. (2017). Partisipasi Civil Society Dalam Mengembangkan Pariwisata di Kabupaten Lampung Selatan (Studi Pada Kelompok Sadar Wisata di Kabupaten Lampung Selatan). Jurnal Ilmiah Administrasi Publik Dan Pembangunan, 8(2), 175–185.
[8] Dodds, R., Ali, A., & Galaski, K. (2018). Mobilizing knowledge: determining key elements for success and pitfalls in developing community-based tourism.
Current Issues in Tourism, 21(13), 1547–1568. https://doi.org/10.1080/13683500.2016.1150257
[9] Eddyono, F. (2021). Pengelolaan Destinasi Pariwisata (1st ed.). Uwais Inspirasi Indonesia.
[10] Faiz, P. M. (2017). Teori Keadilan John Rawls (John Rawls’ Theory of Justice). SSRN Electronic Journal. https://doi.org/10.2139/ssrn.2847573
[11] Fathy, R. (2019). Modal Sosial: Konsep, Inklusivitas dan Pemberdayaan Masyarakat. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 6(1), 1–17. https://doi.org/10.22146/jps.v6i1.47463
[12] Gustina, R. D. (2018). Peran Stakeholder Dalam Pengelolaan Wisata Pantai di Kelurahan Air Manis, Kecamatan Padang Selatan.
http://dx.doi.org/10.1016/j.neuropsychologia.2015.07.010%0Ahttp://dx.doi .org/10.1016/j.visres.2014.07.001%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.humov.2018.
08.006%0Ahttp://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24582474%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.gaitpost.2018.12.007%0Ahttps:
[13] Hart, H. L. A. (2021). Keadilan dan Moralitas : Seri Konsep Hukum. Nusamedia.
[14] Hermawan, D., & Hutagalung, S. S. (2019). Partisipasi Masyarakat Dalam Tata Kelola Industri Pariwisata (Studi Terhadap Partisipasi Masyarakat Dalam
Pengembangan Objek Wisata di Lampung Selatan). Prosiding Seminar Nasional FISIP Universitas Lampung (SeFila), 3(26), 207–217.
[15] Matthoriq, Zauhar, S., & Hermawan, R. (2021). Collaborative Governance dalam Tata Kelola Pariwisata-Desa (Studi Pariwisata-Desa “Bumiaji Agrotourism” di Kota Wisata Batu). Jurnal Ilmiah Administrasi Publik, 07(01), 20–29. https://doi.org/10.21776/ub.jiap.2021.007.01.3
[16] Muntasib, E. K. S. H., & dkk. (2017). Modal Sosial Masyarakat Jawa Barat Dalam Pengembangan Ekowisata (1st ed.). IPB Press.
[17] Nugroho. (2020). Beberapa Masalah Dalam Pengembangan Sektor Pariwisata Di Indonesia. Jurnal Pariwisata, 7(2), 124–131.
[18] Nurwati, D., & dkk. (2020). ANALISIS JEJARING PELAKU PARIWISATA DI KABUPATEN BINTAN : STUDI PADA EVENT IRONMAN BINTAN. 1.
[19] Rhama, B. (2020). Tata Kelola Destinasi Wisata dan Peraturan Perundangan Pariwisata (E. Setyowati (ed.); 1st ed.). PT Kanisius.
[20] Saputra, D. (2021). Tatakelola Kolaborasi Pengembangan Kampung Wisata Berbasis Masyarakat. GOVERNMENT: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 13(7), 85–97.
https://journal.unhas.ac.id/index.php/government/article/view/10741
[21] Suprapto, I. N. A., Sutiarso, M. A., & Wiratmi, N. L. D. F. (2021). Tata Kelola Destinasi Pariwisata Desa Tenganan Pegringsingan, Karangasem-Bali. Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 4(1), 224–233.

Downloads

Published

2021-11-26

Citation Check