IMPLEMENTASI BLANKET WARMER DALAM UPAYA MENGATASI HIPOTERMIA PADA PASIEN POST OPERASI ORIF: STUDI KASUS

Authors

  • Etty Eriyanti Universitas Sahid Surakarta
  • Tri Mulyani Universitas Sahid Surakarta
  • Atik Aryani Universitas Sahid Surakarta

Keywords:

Asuhan Keperawatan, Blanket Warmer, Hipotermia, ORIF, Post Operasi

Abstract

Hipotermia merupakan salah satu masalah yang sering terjadi pada pasien selama periode perioperatif dan pascaoperasi. Penurunan suhu tubuh dapat dipengaruhi oleh efek anestesi, paparan suhu lingkungan kamar operasi, lamanya prosedur pembedahan, serta pemberian cairan intravena yang tidak dihangatkan. Pasien pascaoperasi Open Reduction Internal Fixation (ORIF) berisiko mengalami hipotermia karena tindakan pembedahan dapat berlangsung cukup lama dan melibatkan paparan tubuh terhadap lingkungan dengan suhu rendah. Hipotermia dapat menyebabkan menggigil, rasa tidak nyaman, peningkatan konsumsi oksigen, gangguan koagulasi, serta memperlambat proses pemulihan. Tindakan mandiri dalam keperawatan yang dapat mengatasi hipotermia adalah manajemen hipotermia dengan melakukan penghangatan aktif eksternal menggunakan blanket warmer. Tujuan studi kasus adalah mendeskripsikan implementasi blanket warmer dalam upaya mengatasi hipotermia pada pasien post operasi ORIF. Metode Penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Subjek terdiri dari tiga pasien post operasi ORIF yang mengalami hipotermia dengan suhu tubuh <36°C. Intervensi yang diberikan berupa penggunaan blanket warmer sesuai prosedur operasional, disertai pemantauan suhu tubuh dan kondisi pasien sebelum, selama, dan setelah intervensi. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan suhu tubuh sebelum dan sesudah pemberian intervensi. Hasil yang didapatkan dari data simulasi, ketiga pasien mengalami peningkatan suhu tubuh setelah dilakukan implementasi blanket warmer. Pasien 1 mengalami peningkatan suhu dari 34,9°C menjadi 36,3°C, pasien 2 dari 35,2°C menjadi 36,2°C, sedangkan pasien 3 dari 35,5°C menjadi 36,4°C. Peningkatan suhu tubuh terjadi setelah implementasi blanket warmer pada ketiga pasien post operasi ORIF yang mengalami hipotermia. Blanket warmer dapat menjadi salah satu intervensi penghangatan aktif dalam penatalaksanaan hipotermia post operasi dengan tetap memperhatikan kondisi pasien, pemantauan suhu, dan keamanan kulit

Downloads

Download data is not yet available.

References

l-dardery, N.M. et al. (2023) “Self-warming blankets versus active warming by forced-air devices for preventing hypothermia,” Medicine, 18(March).

Cook, N., Shepherd, A. dan Boore, J. (2020) Essentials of anatomy and physiology for nursing practice. Inggris: SAGE Publications.

Fadly Adi Wiguna dan Muhaji (2025) “Pengaruh Pemasangan Balut Bidai Terhadap Skala Nyeri Pre Operasi Pada Pasien Fraktur Di RSUD Sleman,” Jurnal Kesehatan Republik Indonesia, 2(8), hal. 348–354.

Guyton, J.E. dan Hall, M.E. (2021) Guyton and Hall Textbook of Medical Physiology. 14 ed. Philadelphia: Elsevier Inc.

He, H.C. et al. (2024) “Effects of Three Different Heating Devices on Patients Undergoing Surgery_ A Network Meta-Analysis,” Journal of PeriAnesthesia Nursing, 39(5), hal. 839–846. Tersedia pada: https://doi.org/10.1016/j.jopan.2023.12.019.

Lemone, P., Karen M, B. dan Bauldoff, G. (2019) Buku ajar: Keperawatan medikal bedah. Volume 3 E. Diedit oleh A. Linda. Jakarta: EGC.

Natalí, J.L. et al. (2020) “Comparison of forced-air and water-circulating warming for control of hypothermia during laparoscopic cholecystectomies,” REVMEDUAS, 10(3), hal. 143–150.

Nisa, S.A.K., Yudha, M.B. dan Suandika, M. (2026) “Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Hipotermia Pada Pasien Bedah Laparascopy Dengan General Anestesi: Systematic Literature Review,” Borneo Nursing Journal (BNJ), 8, hal. 2096–2110.

Ramadani, P.A. et al. (2024) “Gambaran suhu tubuh pasien post anestesi berdasarkan jenis anestesi pasien di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga,” 10(9), hal. 548–557.

Tim Pokja SIKI DPP PPNI (2019) Standar Intervensi Keperawatan Indonesia. Definisi dan tindakan keperawatan. Jakarta: Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia.

Tiyonggo, A., HS, S.A.S. dan Inayati, A. (2024) “Penerapan Guided Imagery Terhadap Skala Nyeri pada Pasien Post Op Fraktur di Ruang Bedah DI RSUD Jend. Ahmad Yani Metro,” Jurnal Cendikia Muda, 4(1), hal. 29–35.

Wang, X. et al. (2026) “Effectiveness of Forced-air Warming in Preventing Hypothermia During Laparoscopic Surgery_ A RCT Meta-analysis,” Journal of PeriAnesthesia Nursing, 41(1), hal. 215–224. Tersedia pada: https://doi.org/10.1016/j.jopan.2025.05.023.

Wei, D. dan Min, S. (2026) “Effects of different warming strategies on intraoperative

Wijatmoko, M. dan Widani, N.L. (2025) “Pengelolaan pencegahan dan management perioperatif hipotermi di pelayanan kamar operasi dengan regional anestesi pada pasien elektif berdasarkan kajian literatur review,” Manuju: Malahayati Nursing Journal, 7, hal. 4552–4567.

Zafar, T. dan Hamid, M. (2026) “The Effect of Intraoperative Forced Air Warmer Use on Postoperative Nausea, Vomiting , and Shivering Among Laparoscopic Surgery Patients: A Randomized Controlled Trial,” Cureus part of Springer Nature, 18(7). Tersedia pada: https://doi.org/10.7759/cureus.112347.

Downloads

Published

2026-04-30

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 > >>