PENGEMBANGAN MOTIF BATIK UNTUK DIAPLIKASIKAN PADA LURIK DENGAN SUMBER IDE UMBUL PONGGOK

Main Article Content

Sely Mareta

Abstract

Pengembangan desain ini dilatar belakangi oleh peluang untuk mengembangkan desain baru yang berfokus pada pengolahan motif yang akan diaplikasikan pada kain tenun lurik. Ide motif yang di tawaran adalah ikan yang ada di Umbul Ponggok. Sumber ide ini diambil dengan mempertimbangkan segi pengenalan wisata kepada para wisatawan dari luar Kota Klaten khususnya dan visualnya sendiri memiliki keunikan yang bisa dikembangkan sebagai motif batik khas kota klaten. Sumber ide Umbul Ponggok diolah dengan teknik desain penggulangan satu langkah. Hasil pengembangan desain ini dapat disimpulkan: (1) dengan sumber ide Umbul Ponggok menghasilkan delapan desain, dengan motif utama ikan koi dan air sebagai motif pendukung. (2) Delapan desain yang dihasilkan telah diwujudkan menjadi tiga produk kain batik, dengan menggunakan kain tenun lurik ukuran 110cm x 200cm, yang dikerjakan dengan teknik batik tulis.

Article Details

Section
Articles

References

Affanti, Tiwi, Nurcahyani, Desy. (2017). Batik Girli. Universitas Sebelas Maret UNS Perss
Budiyono, dkk , (2008). Kriya Tekstil jilid 1, Penerbit Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.
Djoemena,N.S, (2001). Lurik Garisgaris Bertuah, Jambatan, Jakarta.
Djomena, N.S,(1990). Ungkapan Sehelai Batik, Its Mystery and Meaning, Jakarta: Djambatan.
Musman, (2015). Lurik:pesona,ragam,filosofi, Yogyakarta:andi.
Rizali, Nanang,( 2013). Tinjauan Desain Tekstil, UPT UNS Perss.
Rizali, Nanang,( 2012). Metode Perancangan Tekstil. Surakarta. UPT. Penerbitan dan Percetakan UNS(UNS Perss).
Susanto, Sewan S.K., (1980). Seni Kerajinan Batik Indonesia, Balai Penelitian Batik dan Kerajinan, Lembaga Penelitian dan Pendidikan Industri, Departemen Perindustrian R.I., Jakarta.
Wahyono , (1981). Lurik, Jambatan, Jakarta.
Skripsi :
Mustikasari Sarwoningtyas, “Perlindungan Hukum Kerajinan Lutik Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta (Studi Kasus Sentra Industri Kerajinan Lurik Batik di Kabupaten Klaten)” solo:uns,2013