POLA PERESEPAN ANIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS X SURAKARTA
DOI:
https://doi.org/10.47942/jimstek.v8i02.2246Kata Kunci:
Hipertensi, Antihipertensi, Pola Peresepan, PuskesmasAbstrak
Hipertensi merupakan penyakit kronis dengan prevalensi tinggi yang berisiko menimbulkan komplikasi serius sehingga memerlukan terapi obat yang rasional. Evaluasi pola peresepan antihipertensi penting dilakukan untuk memastikan kesesuaian terapi pada pasien. Penelitian ini bertujuan mengetahui pola peresepan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas X Surakarta. Penelitian menggunakan desain deskriptif retrospektif dengan metode observasional. Data diperoleh dari rekam medis dan lembar resep pasien hipertensi periode September–November 2025. Sampel penelitian berjumlah 101 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan pasien hipertensi didominasi perempuan sebanyak 75 pasien (74,3%) dan sebagian besar berada pada kelompok usia ≥56 tahun. Golongan obat antihipertensi yang paling banyak diresepkan adalah Calcium Channel Blocker (CCB) sebanyak 70 resep (69,3%), diikuti diuretik tiazid 19 resep (18,8%) dan ACE-Inhibitor 12 resep (11,9%). Berdasarkan jenis obat, amlodipin 5 mg merupakan obat yang paling banyak digunakan (45,5%), diikuti amlodipin 10 mg (23,8%), hidroklorotiazid 25 mg (18,8%), dan captopril 25 mg (11,9%). Dengan demikian, pola peresepan antihipertensi di Puskesmas X Surakarta didominasi golongan CCB dengan amlodipin sebagai terapi utama dan telah sesuai dengan terapi lini pertama pada pelayanan kesehatan primer
Unduhan
Referensi
[1] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia., “Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit.,” Kemenkes RI, no. Jakarta, 2016.
[2] N. Luthfiyanti and S. A. Kusumaningtyas, “Hubungan Tingkat Kepatuhan Terhadap Oucome DR . Moewardi Kota Surakarta Tahun 2023,” vol. 8, pp. 4060-4067, 2024.
[3] I. A. Sifai and R. Wulandari, “Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Prevalensi dan Faktor Risiko Hipertensi pada Orang Dewasa di Semarang Barat,” https://ejournal.undip.ac.id/index.php/mkmi, vol. (23), no. 23, pp. 344-350, 2024, doi: DOI : 10.14710/mkmi.23.4.344-350.
[4] Dinas Kesehatan Kota Surakarta, “Profil Kesehatan Kota Surakarta 2023 Dinas Kesehatan Kota Surakarta,” Dinas Kesehat. Kota Surakarta, pp. 1–207, 2023, [Online]. Available: www.dinkes.surakarta.go.id
[5] Y. Tri and G. Arum, “Higeia Jounal Of Public Health Research And Development,” http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia, vol. 3, no. 3, pp. 345–356, 2019.
[6] R. Gultom, A. Harahap, U. I. Medan, and A. Info, “Pasien Lanjut Usia di Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia Medan,” JIFI (Jurnal Ilmial Farm. Imelda), vol. 5, no. 1, pp. 5–10, 2021, [Online]. Available: https://jurnal.uimedan.ac.id/index.php/jurnal farmasi.
[7] K. Sahadewa , S., & Dwipa, “Hubungan Pengetahuan Terhadap Kepatuhan Minum Obat Anti Hipertensi Pada.,” vol. 17, 2019.
[8] W. M. Fadhli, “Hubungan Antara Gaya Hidup dengan Kejadian Hipertensi pada Usia Dewasa Muda di Desa Lamakan Kecamatan Karamat Kabupaten Buol,” J. KESMAS, vol. 7, 2018.
[9] F. Afifah and S. Amal, “Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Rawat Jalan GGK dengan Hemodialisa di RSUP dr . Soeradji Tirtonegoro Klaten Tahun 2017,” Pharm. J. Islam. Pharm., 2019.
[10] S. P. O. Resmi, “Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Hipertensi di Instalasi Rawat Inap RSUD Ir. Soekarno Kabupaten Sukaharjo Tahun 2016,” Skripsi, 2018.
[11] R. Pulungan et al., “Evaluasi Penggunaan Obat Rasional di Puskesmas Kabupaten Serdang Bedagai,” J. Dunia Farm., vol. 3, no. 3, pp. 144–152, 2019.
[12] Z. M. S. Kurnia, Sayuti, “Hubungan Life Style dengan Kejadian Hipertensi pada Dewasa Pertengahan (45-54 Tahun),” Gudang J. Ilmu Kesehat., vol. 2 (, pp. 245–251, 2024, doi: : https://doi.org/10.59435/gjik.v2i2.842.
[13] S. Agustina et al., “Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Hipertensi Pada Lansia di Atas Umur 65 Tahun Factors Related with Hypertension on The Elderly over 65 Years,” J. Kesehat. Komunitas, vol. 2 no.4. 01, 2020.
[14] S. S. Putri et al., “Hubungan Pola Makanan dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia di Desa Tumpang Krasak Kecamatan Jati Kabupaten Kudus,” J. Profesi Keperawatan, vol. 12, no. 1, pp. 83–93, 2025, [Online]. Available: http://jprokep.jurnal.centamaku.ac.id
[15] Lathifah Intan Uswatun Khasanah, “Gambaran Pola Peresepan Penggunaan Obat Hipertensi pada Pasien BPJS Depo Rawat Jalan di RSPAU dr. S. Hardjolukito Yogyakarta Periode Maret-Mei 20221,” Skripsi, 2021.
[16] A. M. Jannah, L. Hardia, and A. B. Budiyanto, “Evaluasi pola peresepan obat anti hipertensi di puskemas,” https://unimuda.e-journal.id/jurnalfarmasiunimuda, vol. 01, no. 01, pp. 17–21, 2023.
[17] R. A. Yoga Hanggara, Khotimatul Khusna, “Pola Peresepan Obat Antihipertensi pada Pasien Hipertensi di Klinik Pratama Asty Sukoharjo Tahun 2022,” J. Pharmacopolium, vol. 7, no. 1, pp. 10–15, 2024, [Online]. Available: http://ejurnal.stikes-bth.ac.id/index.php/P3M_JoP








