PENGARUH PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG DIABETES MELITUS TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN DALAM MENGELOLA PENYAKIT PADA LANSIA DI DESA PALUR

Penulis

  • Fiqri Yuan Akbar Prasetyo Fiqri Mahasiswa
  • Indriyati Indriyati Universitas Sahid Surakarta
  • atik aryani Universitas Sahid Surakarta

Kata Kunci:

Pendidikan Kesehatan, Diabetes Militus, Kepatuhan, Lansia

Abstrak

Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit gangguan metabolisme gula darah, protein, dan lemak yang dikarakteristikkan dengan kondisi hiperglikemi yang memerlukan penanganan jangka panjang. Pendidikan kesehataan memiliki pengaruh yang baik terhadap pengetahuan tentang penyakit yang merupakan dasar aplikasi perilaku kesehatan. Tujuan : untuk mengetahui pengaruh pemberian pendidikan kesehatan tentang diabetes melitus terhadap tingkat kepatuhan dalam mengelola penyakit pada lansia di Desa Palur. Metode: Jenis desain penelitian ini adalah Pre Eksperimental dengan desain one group design. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling dengan mengambil seluruh populasi yaitu 30 responden. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur dan mengobservasi adalah kuisioner. Hasil : Berdasarkan hasil uji Wilcoxon menunjukkan untuk kelompok eksperimen sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan menunjukkan nilai sig (0,001) < 0,05 artinya terdapat perbedaan pengaruh sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan. Kesimpulan : ada pengaruh pemberian pendidikan kesehatan tentang diabetes melitus terhadap tingkat kepatuhan dalam mengelola penyakit pada lansia di desa palur

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Aderson. (1975). Role theory and health behavior. London: Academic Press.

Almira, N., Arifin, S., & Rosida, L. (2019). Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku kepatuhan minum obat anti diabetes pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Teluk Dalam Banjarmasin. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(2), 123–130.

Antara. (2016). Jumlah penderita diabetes di Sukoharjo meningkat. Antara News.

Bentley, B., et al. (2005). Patient adherence in chronic illness: A review. Journal of Advanced Nursing, 52(3), 256–262.

Bloom, B. S. (1956). Taxonomy of educational objectives: The classification of educational goals. New York: Longmans, Green.

Boyoh, M., et al. (2015). Pengetahuan pasien diabetes melitus dan kepatuhan pengobatan. Jurnal Keperawatan Medikal Bedah, 3(1), 45–53.

BPS. (2019). Statistik penduduk lanjut usia Indonesia. Badan Pusat Statistik.

Depkes RI. (2006). Pedoman umum posyandu. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Hendry, A., Pratama, B., & Sari, D. (2023). Patient adherence in diabetes mellitus therapy: A global perspective. International Journal of Medical Science, 12(3), 54–63.

Hurlock, E. B. (1980). Developmental psychology: A lifespan approach (5th ed.). New York: McGraw-Hill.

Jamaludin, M. (2017). Gambaran faktor predisposing, reinforcing, enabling terhadap kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus tipe II di wilayah kerja Puskesmas Mlati 1 Sleman Yogyakarta. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 11(2), 134–142.

Jurnal Abdimas PHB. (2021). Pengabdian masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal Abdimas PHB, 4(2), 239–246.

Kemenkes RI. (2015). Profil Kesehatan Indonesia 2015. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kemenkes RI. (2016). Situasi lanjut usia di Indonesia. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI.

Kemenkes RI. (2018). Pedoman pengendalian diabetes melitus. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kemenkes RI. (2019). Profil Kesehatan Indonesia 2019. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Krisnatuti, D., et al. (2015). Gizi dan kesehatan masyarakat. Jakarta: UI Press.

Lenny, L., & Fridalina, F. (2018). Hubungan pengetahuan pasien dengan kepatuhan minum obat DM. Jurnal Keperawatan Indonesia, 21(3), 221–228.

Marewa, A. (2015). Pengantar ilmu penyakit dalam. Yogyakarta: Andi.

Maryam, S. (2008). Konsep lanjut usia. Jakarta: Salemba Medika.

Neil Niven. (2002). Psikologi kesehatan. Jakarta: EGC.

Notoatmodjo, S. (2003). Pendidikan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. (2007). Promosi kesehatan dan ilmu perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

PPNI. (2013). Standar praktik keperawatan Indonesia. Jakarta: Persatuan Perawat Nasional Indonesia.

Power Park, C. E. (2002). Health psychology. New York: McGraw-Hill.

Ratnawati, E. (2018). Psikologi lansia. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Restyana, R. (2015). Diabetes melitus: Diagnosis dan penatalaksanaan. Surabaya: Airlangga University Press.

Saputra, R., Nugroho, Y., & Rahmawati, I. (2023). Compliance behavior among type 2 diabetes patients in Indonesia. Journal of Nursing and Health, 11(2), 112–120.

Smeltzer, S., & Bare, B. (2006). Brunner & Suddarth’s textbook of medical-surgical nursing (10th ed.). Philadelphia: Lippincott.

Statistics. (2020). Global diabetes statistics report 2020. Geneva: International Diabetes Federation.

Steward, F. (2005). Health promotion and community education. London: Routledge.

Susilo, R. (2011). Promosi kesehatan dalam keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Tombokan, V., Rattu, A. J. M., & Tilaar, C. R. (2015). Pengetahuan pasien diabetes melitus dan kepatuhan pengobatan di Puskesmas. Jurnal Keperawatan Indonesia, 19(2), 115–122.

WHO. (1995). Community health workers: Guidelines. Geneva: World Health Organization.

WHO. (2005). Primary health care guidelines. Geneva: World Health Organization.

WHO. (2016). Global report on diabetes. Geneva: World Health Organization.

Wood, B. (1992). Health education: Theory, research, and practice. New York: Macmillan.

Diterbitkan

2025-10-31