Optimalisasi Penguatan Pengelolaan Makanan Tambahan (Pmt) Berbahan Lokal Melalui Penguatan Kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT) Dalam Menurunkan Insidence Rate Stunting

Authors

  • DEWI SARI Universitas veteran bangun nusantara

DOI:

https://doi.org/10.47942/jpttg.v7i2.2362

Abstract

Hasil analisis situasi dari data Potensi Dinamis Bulan Januari Tahun 2025
Kecamatan Manyaran menunjukkan jumlah balita rentan usia 0-4 tahun sebanyak 430
balita, dan 10,2% dintaranya kelompok balita berisiko. Keberadaan ladang Kelompok
Wanita Tani (KWT) yang dimanfaatkan sebagai mata pencahariaan warga desa belum
optimal dan umumnya masih bersifat tradisional. Keberadaan lahan milik KWT merupakan
potensi penurunan stunting dengan pendekatan sektor pertanian dan kesehatan.
Penguatan kapasitas KWT melalui pemanfaatan lahan untuk kebun gizi, serta integrasi
dengan program kesehatan untuk meningkatkan status gizi keluarga dan menurunkan
angka stunting. Keberhasilan penurunan stunting juga perlu melibatkan karang taruna
dengan peran strategis melalui edukasi dan kampanye gizi, pendampingan keluarga
berisiko stunting, inovasi program berbasis lokal yang kolaborasi dengan KWT dengan
membuat konsep Nutri Garden yaitu konsep kebun yang berfokus pada pemenuhan gizi
(nutrisi) melalui penanaman berbagai tanaman pangan sehat, terutama sayur, buah, dan
tanaman herbal, selain itu hasil olahan dari nutri garden disiapkan sebagai Pemberian
Makanan Tambahan (PMT) berupa mie sehat yaitu mie yang dibuat dengan memanfaatkan
bahan-bahan alami yang ditanam di ladang KWT. Tujuan Pelaksanaan Kegiatan.
Berdasarkan beberapa kendala tersebut, tim pengusul berupaya membantu dengan
beberapa solusi yang menjadi dasar menjalani kegiatan pengabdian masyarakat dengan
tujuan memanfaatkan lahan pekarangan untuk penyediaan pangan bergizi berbasis lokal
melalui konsep Nutri Garden, mengintegrasikan hasil pertanian dalam menghasilkan
produk olahan dari Nutri Garden berkualitas melalui teknologi modern untuk menurunkan
angka stunting, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Karang Taruna dalam
pembuatan produk usaha hasil pertanian berbasis pangan lokal berupa mie sehat,mengoptimalkan produk hasil olahan menjadi sumber KWT Lemah Ireng hingga ke luar
wilayah, dan membantu Karang Taruna dalam meningkatkan kemandirian ekonomi. solusi
yang ditawarkan adalah Penerapan teknologi dan Inovasi, sosialisasi, Pelatihan dan
pendampingan pelatihan pemilihan komoditas pangan bergizi pencegah stunting, pelatihan
pengolahan hasil ladang menjadi PMT/MPASI dan bahan baku mie sehat, pelatihan
manajemen produksi dan pencatatan sederhana, dan pelatihan pengemasan dan
higienitas pangan. pelatihan pengelolaan Nutri Garden dan pupuk organik, pelatihan
pengolahan mie sehat, pelatihan kewirausahaan dan perhitungan biaya usaha, dan pelatihan pemasaran digital, Penerapan teknologi dan pendampingan mesin penggiling
mie sehat berbahan stainless steel food grade dan vacuum sealer untuk meningkatkan
nilai tambah produk hasil ladang KWT dan Pembahasan keberlanjutan program. Hasil
pengabdian kepada mitra bahwa ada perubahan sebelum dan setelah diberikan
penyuluhan dengan persentase perubahan nilai sebesar 14,57%, sementara pada
karang taruna setelah diberikan penyuluhan dengan persentase perubahan nilai
sebesar 19,6%. Kesimpulan Mitra sangat antusias meengikuti program pengabdian
dengan antusias hal ini diwujudukan memalui peningkatan pengetahuan mitra untuk
memahami pentingnya pengendalian stunting di Punduhsari Manyaran.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-07-26

How to Cite

SARI, D. (2026). Optimalisasi Penguatan Pengelolaan Makanan Tambahan (Pmt) Berbahan Lokal Melalui Penguatan Kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT) Dalam Menurunkan Insidence Rate Stunting. JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA, 7(2), 145–156. https://doi.org/10.47942/jpttg.v7i2.2362