Zero Waste Livestock: Implementasi Ekonomi Sirkular melalui Mekanisasi Pengelolaan Limbah Kandang Kambing

Authors

  • Novedi Risanti Langgi Universitas Sebelas Maret
  • Eko Prasetya Budiana Universitas Sebelas Maret
  • Agung Irawan Universitas Sebelas Maret

DOI:

https://doi.org/10.47942/jpttg.v7i2.2468

Abstract

MK Farm menghasilkan sekitar 300 kg limbah kotoran kambing per hari (9 ton/bulan). Pembersihan yang masih manual menyebabkan 60–90 kg limbah tertinggal setiap hari, memicu penumpukan, bau amonia, penurunan sanitasi, serta risiko kontaminasi bau pada susu. Program ini menawarkan solusi berupa mesin konveyor berkapasitas 300 kg/hari untuk mengangkut limbah secara otomatis, didukung SOP sanitasi, pelatihan, dan pendampingan operasional. Target yang dicapai meliputi 100% limbah terangkut tanpa residu, penurunan bau dan kadar amonia ≥80%, peningkatan kebersihan kandang ≥90%, serta efisiensi waktu pembersihan ≥60%. Seluruh limbah kemudian diolah menjadi pupuk organik bernilai jual Rp1.000–Rp1.500/kg, sehingga berpotensi menambah pendapatan Rp9–13,5 juta per bulan. Program ini menerapkan prinsip ekonomi sirkular sekaligus mendukung SDGs 3, 8, 12, dan 13 melalui pengelolaan limbah yang higienis, produktif, dan berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Eko Prasetya Budiana, Universitas Sebelas Maret

Profesor program studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret

Agung Irawan, Universitas Sebelas Maret

Doktor program studi Budidaya Ternak, Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret

Downloads

Published

2026-07-26

How to Cite

Langgi, N. R., Budiana, E. P., & Irawan, A. (2026). Zero Waste Livestock: Implementasi Ekonomi Sirkular melalui Mekanisasi Pengelolaan Limbah Kandang Kambing. JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA, 7(2), 164–169. https://doi.org/10.47942/jpttg.v7i2.2468