Zero Waste Livestock: Implementasi Ekonomi Sirkular melalui Mekanisasi Pengelolaan Limbah Kandang Kambing
DOI:
https://doi.org/10.47942/jpttg.v7i2.2468Abstract
MK Farm menghasilkan sekitar 300 kg limbah kotoran kambing per hari (9 ton/bulan). Pembersihan yang masih manual menyebabkan 60–90 kg limbah tertinggal setiap hari, memicu penumpukan, bau amonia, penurunan sanitasi, serta risiko kontaminasi bau pada susu. Program ini menawarkan solusi berupa mesin konveyor berkapasitas 300 kg/hari untuk mengangkut limbah secara otomatis, didukung SOP sanitasi, pelatihan, dan pendampingan operasional. Target yang dicapai meliputi 100% limbah terangkut tanpa residu, penurunan bau dan kadar amonia ≥80%, peningkatan kebersihan kandang ≥90%, serta efisiensi waktu pembersihan ≥60%. Seluruh limbah kemudian diolah menjadi pupuk organik bernilai jual Rp1.000–Rp1.500/kg, sehingga berpotensi menambah pendapatan Rp9–13,5 juta per bulan. Program ini menerapkan prinsip ekonomi sirkular sekaligus mendukung SDGs 3, 8, 12, dan 13 melalui pengelolaan limbah yang higienis, produktif, dan berkelanjutan.