HUBUNGAN MOTIVASI IBU DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN KEJANG DEMAM BERULANG PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GATAK SUKOHARJO

Authors

  • Titi Nurhayati USAHID SOLO
  • Anik Suwarni Universitas Sahid Surakarta
  • Indriyati Universitas Sahid Surakarta

Keywords:

Motivasi ibu, perilaku, kejang demam

Abstract

Kejang demam merupakan respon dari otak anak terhadap demam, dan biasanya terjadi di hari pertama demam. Namun setelah demam mencapai tingkat suhu yang tinggi, risiko kejang biasanya akan menurun. Mayoritas kejadian kejang demam sering terjadi pada usia 12 – 19 bulan dan lebih sering terjadi pada mereka yang memiliki riwayat kejang demam dari keluarga Motivasi ibu untuk memberikan perawatan terbaik kepada anak dalam pencegahan suatu penyakit sangatlah diperlukan karena motivasi merupakan suatu dorongan tersendiri dalam diri. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan motivasi ibu dengan perilaku pencegahan kejang demam berulang pada balita di wilayah kerja Puskesmas Gatak Sukoharjo. Metode dari penelitian ini yaitu dengan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Responden yang terlibat sejumlah 40 responden dengan metode Purposive Sampling. kuesioner menggunakan kuesioner motivasi ibu dan perilaku pencegahan kejang demam. analisa menggunakan uji Kendalls tau-b. Hasil Penelitian : Hasil dari uji statistik didapatkan hasil p value adalah 0,383. Hal ini berarti nilai p > 0,05. Sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan antara motivasi ibu dengan perilaku pencegahan kejang demam berulang pada anak di wilayah kerja puskesmas gatak sukoharjo.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdul majid .2013.Strategi Adhar A. (2017). Analisis faktor risiko kejadian kejang demam di Ruang Perawatan Anak RSU Anutapura Palu. Jurnal Kesehatan Tadulako. 2(2):60-72.

Ayuningtyas, V. Y. T. (2013). Hubungan Antara Motivasi Ibu dengan Pemberian ASI Eksklusif di Desa Ngembat Sragen.

Azwar, Saifuddin. 2018. Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Badan Pusat Statistik. 2014. Statistik Penduduk Berdasarkan Usia. Jakarta: BPS

Binkley, C. J., & Johnson, K. W. (2013). Application of the PRECEDE- PROCEED planning model in designing an oral health strategy. Journal of Theory and Practice of Dental Public Health, 1(3)

Dania, G., & Fitriyani, P. (2020). Mother's Motivation as a Factor Related to Exclusive Breastfeeding. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa, 3(4), 571-576.

Fauzia, N. A. (2012). Pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu mengenai kejang demam di Puskesmas Ciputat Timur.

Fuadi F, Bahtera T, Wijayahadi N. (2016) Faktor risiko bangkitan kejang demam pada anak. Sari Pediatr.;12(3):142.

Gannika, L., & Sembiring, E. E. (2020). Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Perilaku Pencegahan Coronavirus Disease (COVID-19) pada Masyarakat Sulawesi Utara. NERS Jurnal Keperawatan, 16(2), 83-89.

IDAI. (2016). Rekomendasi penatalaksanaan kejang demam. Unit Kerja Koordinasi Neurologi Ikatan Dokter Anak Indonesia. di akses pada 9 September 2022. https://doi.org/10.1109/JQE.2014.2 330255

Indrayati, Novi., & Hariyanti, D. (2019). Peningkatan Kemampuan Orang Tua Dalam Penanganan Pertama Kejang Demam Pada Anak. Jurnal Peduli Masyarakat.Volume 1 Nomor 1, Desember 2019.

Isnandira, E., & Ulfa, M. (2014). Hubungan Motivasi dengan Perilaku Ibu Nifas dalam Perawatan Payudara. Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery), 1(2), 113-117.

Juanita, F., & Manggarwati, S., (2016). Peningkatan selfefficacy ibu melalui mete chalk and talk tentang penanganan pertama kejang demam pada balita di Desa Plosowahyu Kabupaten Lamongan. Jurnal Ilmiah Kesehatan, Vol. 9, No. 2, Pp.178-185.

Kadarisman. (2012). Manajemen Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Kakalang, J. P., Masloman, N., & Manoppo, J. I. C. (2016). Profil kejang demam di bagian Ilmu Kesehatan Anak RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado.Jurnal E- Clinic (ECl), 4(2), 0-5. di akses pada tanggal 11 September 2022 . https://doi.org/10.35790/ecl.4.2.20 16.14396Yun

Downloads

Published

2025-10-31